Dana Dipangkas Gegara Corona, Proyek Pelabuhan Bakal Lelet!

Dana Dipangkas Gegara Corona, Proyek Pelabuhan Bakal Lelet!

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Pembangunan Pelabuhan baru di tahun ini akan sedikit terhambatkarena...

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Pelabuhan baru di tahun ini akan sedikit terhambat, karena refocusing anggaran di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di tengah pandemi corona. Namun, tak berlaku pada program-program yang masuk dalam proyek strategis pemerintah.

Direktur Jenderal Hubungan Laut Kemenhub, R. Agus H. Purnomo mengatakan di bidang kepelabuhan ada refocusing anggaran yang cukup signifikan. Pagu anggaran sebelumnya Rp 3,388 triliun menjadi Rp 2,13 triliun.

"Jadi langkah-langkah yang kami lakukan program yang memungkinkan dari single years diubah menjadi multi years. Pekerjaan yang kami bisa kurangi volumenya kami kurangi, pekerjaan yang tidak mendesak kami tunda," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis, (4/2/2021).


Program proyek strategis nasional dan poin yang harus mendukung pariwisata syarat prioritas. Dari paparan, pembangunan Pelabuhan baru yang awalnya direncanakan 5 lokasi menjadi 3 lokasi. Lanjutan pengembangan/penyelesaian fasilitas Pelabuhan dari 23 lokasi menjadi hanya 15 lokasi.

Begitu juga pengurangan terjadi di rehabilitasi Pelabuhan, pengembangan Pelabuhan, rehab gedung, pengadaan lahan, pengadaan alat bongkar muat, serta pemeliharaan aset kepelabuhan dan penunjang teknis.

Tapi untuk pembangunan dan pengembangan Pelabuhan SBSN dan pembangunan Pelabuhan Patimban tidak akan terdampak refocusing.

Pemangkasan juga terjadi untuk pembangunan sarana bantu navigasi (Menara suar, rambu suar, pelampung suar) menjadi 32 unit dari 77 unit. Begitu juga pembangunan kapal patroli dari 65 unit menjadi 35 unit di tahun ini.

"Dari kenavigasian kami ada penghematan hanya program mandatory keselamatan pelayaran, alur penetapan pelayaran kemudian tambahan bahan bakar kapal navigasi dan program mandatori yang kami lakukan pengurangan dari Rp 1,052 triliun menjadi 784 miliar," katanya.

Target penyerapan anggaran Ditjen Perhubungan Laut sebesar 96,15% di tahun ini dan sudah mencapai 4,69% hingga Februari. Tahun lalu penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan sudah mencapai 95,98%. Adapun pagu anggaran di tahun ini sebesar Rp 8,14 triliun dari Rp 11,35 triliun karena refocusing.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)