Penjualan Mobil RI Disebut Sedang Pulih di Tengah Covid-19

Penjualan Mobil RI Disebut Sedang Pulih di Tengah Covid-19

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- Secara perlahan penjualanÂmobil nasional terus membaik meski...

Jakarta, CNN Indonesia --

Secara perlahan penjualanÂmobil nasional terus membaik meski pandemiÂvirus coronaÂ(Covid-19) belum hilang. Penjualan mobil diklaim terpantau naik hingga September 2020.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mulai turun pada Maret atau saat Covid-19 pertama terdeteksi. Penjualan retail atau dari dealer ke konsumen pada Februari yang semula 77.866 unit menjadi 60.443 unit.

Kemudian penjualan makin anjlok pada April menjadi 24.270 unit dan Mei 17.083 unit. Penjualan baru naik pada Juni dengan perolehan 29.859 unit, Juli 35.799 unit, Agustus 37.655 unit, dan September 43.362 unit.


Namun perolehan Januari hingga September 2020 ini yang berjumlah 407.396 unit masih jauh lebih rendah dari capaian periode serupa 2019 sebanyak 762.390 unit.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier keadaan semakin membaik juga bisa dilihat dari peningkatan wholesales atau distrubusi dari pabrik ke dealer dan produksi.

"Kalau lihat dari sisi produksi kita hampir meningkat dibandingkan dengan kuartal kedua, jadi cukup menggembirakan kalau lihat dari kuartal 2 dibanding kuartal 3 itu kita tumbuh 172 persen dari sisi produksinya," kata Taufiek dalam diskusi virtual belum lama ini.

"Jadi dari angka 113.560 unit produksi kita itu naik 172 persen dibanding kuartal sebelumnya. Dari sisi wholesales, jadi April-Juni itu 24,42 ribu unit di Juli-September 111,104 unit itu naiknya 362 persen," sambung dia.

Menurut dia dari capaian itu bisa diartikan sektor otomotif mulai pulih meski belum kembali seperti normal.

"Artinya sekarang ini sektor otomotif sudah tinggal kita kembalikanÂke kondisi normal," ucap dia.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara juga mengatakan penjualan mobil terdampak Covid-19 paling terasa hingga Mei 2020. Setelah itu penjualan berangsur tumbuh.

"Akhirnya perlahan mulai merayap naik recovery jadi di Juni, Juli sudah mulai meningkat walaupun belum seperti kondisi normal di tahuan lalu. Pasarnya juga terlihat tren mulai meningkat terus meningkat sampai September pun sudah mencapai kurang lebih di atas 40 ribu unit wholesalesnya," kata Kukuh.

"Mudah-mudahan di data Oktober ada peningkatan penjualanya sehingga produksinya pun kita harapkan meningkat. Kondisi ini mengembirakan bisa jadi dasar industri otomotif bisa recover walaupun belum pada seperti kondisi normal," kata dia kemudian.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]