Menjajal GeNose di Stasiun Senen, Antre Nunggu Hasil Satu Jam

Menjajal GeNose di Stasiun Senen, Antre Nunggu Hasil Satu Jam

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- Alat deteksi Covid-19Âbuatan lokal dengan menggunakan hembusan...

Jakarta, CNN Indonesia --

Alat deteksi Covid-19Âbuatan lokal dengan menggunakan hembusan napas,ÂGeNoseÂsudah mulai dipamerkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di stasiun Senen, Jakarta.

Menurut pantauan CNNIndonesia.com, calon penumpang melakukan pendaftaran tes GeNoseÂdan membayar sebesar Rp20 ribu ke loket yang sudah disediakan. Dari balik loket tersebut, ada petugas yang memberikan kantung udara berukuran kurang lebih 20x10cm dan stiker yang berisi nama calon penumpang.

Setiap penumpang yang akan mengikuti uji GeNose dianjurkan untuk tidak merokok, mengonsumsi makanan berbau tajam dan minum-minuman manis, minimal 30 menit sebelum melakukan tes.


Selanjutnya, calon penumpang diarahkan untuk menonton cuplikan video yang memandu cara penggunaan kantong tiup tersebut.

Para penumpang kereta juga disuguhkan video yang mengarahkan untuk meniup kantong tersebut dengan hembusan napas dan meniup kantung udara itu. Setelah ditiup, penumpang diminta untuk menutup katup berwarna biru yang berada di bawah mulut, dengan cara menggeser ke samping.

Meniup kantung udara tersebut terbilang tidak sulit, karenaÂhanya seperti meniup kantong plastik biasa. Setelah selesai, petugas mengarahkan kantong udara tersebut untuk disimpan di tempat yang disediakan. Calon penumpang tinggal menunggu hasil dari uji deteksi oleh alat GeNose di ruang tunggu yang disediakan.

Harus Tunggu Hasil GeNose Satu Jam

Namun faktanya, kami diminta untuk menunggu kurang lebih 1 jam untuk mengetahui hasil. Waktu yang cukup lama mengingat di awal pemerintah menyebut hasil GeNoseÂkeluar hanya dalam 1 menit. Belakangan penumpang diberitahu waktu menunggu satu jam karena adanya penumpukan antrean dari calon penumpang.

Henry Yuliando, Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengaku prosesnya tes sebetulnya tidak lama.

"Deteksi kantung udara itu hanya 55 detik. Tetapi kalau proses dari meniup sampai keluar hasil kurang lebih 2 menit," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di Stasiun Pasar Senin, Jakarta, Jumat (5/2).

Henry menjelaskanÂGeNose dapat digunakan selama 24 jam non stop dan dilengkapi dengan kecerdasan buatan atau teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendeteksi virus melalui sample udara dan hasil deteksinya akan di print secara otomatis.

"Lembaran print itu yang nantiÂdilampirkan untuk prasyarat naik kereta," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, alat GeNose menggunakan filter udara yang mendeteksi adanya virus Covid-19. Jika ditemukan virus SARS-CoV-2 oleh GeNose, maka filter udara itu harus diganti.

"Kalau kita menemukan ada yang positif, itu langsung kita ganti filter-nya karena untuk optimalisasi deteksi," jelasnya

Menurutnya, GeNose merupakan alat yang mendeteksi senyawa volatile organic compound (VOC) yang ada di dalam nafas. VOC adalah hasil metabolisme virus yang ada di dalam tubuh manusia. VOC itu dikeluarkan oleh tubuh, salah satunya melalui nafas.

"Dari VOC itu alat GeNose dapat mendeteksi virus Covid-19," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Humas PT KAI, Eva ChairunisaÂmengatakan penumpang yang hendak berpergian menggunakan kereta api jarak jauh dari stasiun Pasar Senen, diberikan dua pilihan untuk deteksi virus Covid-19. Di antaranya rapid test antigen dan yang terbaru, deteksi GeNose.

"Di sini kami menyediakan rapid test antigen dan GeNose. Untuk antigen harganya Rp105.000 dan GeNose Rp20.000," ujarnya.

(can/DAL)
[Gambas:Video CNN]