Mengenal Drone Andalan Azerbaijan Kalahkan Armenia

Mengenal Drone Andalan Azerbaijan Kalahkan Armenia

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- Salah satu kunciÂAzerbaijan memenangkan perang dariÂArmenia...

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu kunciÂAzerbaijan memenangkan perang dariÂArmenia berkat kekuatan drone. Negara itu menggunakan drone Bayraktar TB2 buatan Turki dan drone Harop buatan Israel.

Sedangkan Armenia hanya mengandalkan tank, artileri, dan sistem pertahanan udara. Kedua negara kini telah memutuskan untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata dan mendeklarasikanÂAzerbaijan sebagai pemenang.

Perang antara Armenia dan Azerbaijan dimulai pada 27 September, memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.


Berikut drone andalan Azerbaijan.

Bayraktar TB2

Melansir Baykar Defence, Bayraktar TB2 adalah Medium Altitude Long Endurance (MALE), Kendaraan Udara Tak Berawak Taktis yang mampu melakukan misi Intelijen, Pengawasan dan Pengintaian (ISR), dan misi serangan bersenjata.Â

Bayraktar TB2 dapat terbang selama 27 jam 3 menit dan mencapai ketinggian puncak hingga 27.030 kaki. Operasional Bayraktar TB2 diklaim lebih dari 250.000 jam operaional penerbangan. Saat ini, angkatan bersenjata Turki memiliki 110 Bayraktar TB2.

Bayraktar TB2 memiliki sistem autipilot yang membuatnya bisa mendarat dan lepas landas secara otonom. Bahkan, drone itu bisa parkir secara otomatis. Bayraktar TB2 memiliki fitur navigasi dan pelacakan rute otomatis.

Sumber energi Bayraktar TB2 berasal dari baterai Lithium. Selain itu, drone itu menggunaka bensin hingga 300 liter. Pesawat itu ampu terbang dengan kecepatan 120 knot atau 222 km per jam.

Dalam misi serangan, Bayraktar TB2 dapat menembakkan empat buath roket MAM (Mini Akıllı Mühimmat), sistem amunisi pintar berpemandu laser yang diproduksi oleh produsen industri pertahanan Turki ROKETSAN.

Melansir Army Technology, Bayraktar TB2 dibangun oleh perusahaan Baykar Makina dan dikembangkan bersama dengan Kale Group. Pengembangan fase pertama dari prototipe Bayraktar Block A dimulai pada tahun 2007 dan penerbangan pertama dilakukan pada bulan Juni 2009.Â

Sedangkan pengembangan dan produksi seri Bayraktar Block B (TB2) dimulai pada Januari 2012. Bayraktar TB2 menyelesaikan penerbangan pertamanya pada April 2014.

Bayraktar TB2 menampilkan desain monocoque yang mengintegrasikan struktur v-tail terbalik. Badan pesawat terbuat dari serat karbon, Kevlar dan komposit hibrida. Sedangkan segmen sambungannya merupakan komponen aluminium mesin presisi computer numerical control (CNC).

Mesin diposisikan di antara ekor pesawat dan bahan bakar disimpan dalam tangki bladder. Bayraktar TB2 memiliki panjang 6,5m, rentang sayap 12m, dan berat lepas landas maksimum 630 kg.

Bayraktar TB2 dapat membawa muatan maksimum lebih dari 55 kg. Konfigurasi muatan standar mencakup modul kamera elektro-optik (EO), modul kamera inframerah (IR), penunjuk laser, dan pencari jarak laser (LRF).

Drone itu juga dilengkapi sensor statis Pitot, laser altimeter dan modul sensor alpha beta, serta sensor kecepatan, suhu, dan tingkat bahan bakar. Bayraktar TB2 dikendalikan oleh stasiun kontrol darat.

Harop

Melansir Airforce Technology, Harop adalah kendaraan udara tempur tak berawak yang dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Horon memiliki panjang 2,5 meter dan lebar sayap 3 meter.Â

Harop juga dikenal sebagai misil amunisi Harpy-2. Drone itu menyerang target dengan menghancurkan dirinya sendiri. Harop dikembangkan untuk melakukan penekanan operasi pertahanan udara musuh (SEAD).

Tidak seperti UCAV lain yang membawa peledak, Harop sendiri adalah amunisi utama. Keterlibatan sistem amunisi dapat disetujui atau serangan dapat dibatalkan menggunakan pengontrol.

Harop dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk tabung berbasis laut dan darat atau udara yang diluncurkan untuk menavigasi menuju area target potensial. Harop juga dapat diluncurkan di sudut manapun, pada lintasan horizontal atau vertikal.

Harop menyerang target musuh dengan bahan peledak di dalamnya seberat 23 kg. Harop secara otomatis dapat mencari, mendeteksi, dan secara akurat menyerang target seluler atau statis dari jarak jauh.

Harop dapat dikontrol menggunakan remote saat sedang terbang. Harop dilengkpai forward-looking infrared (FLIR) dan kamera colour charge-coupled device (CCD) yang memiliki cakupan hemispherical 360 derajat. Sistem pelacak anti-radar Harop memungkinkannya untuk menyerang target pemancar radio dan bergerak.

Harop memiliki jangkauan operasional 1.000 km dan dapat bermanuver di udara hingga enam jam.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]