UE Disebut Ancam Mau Blokir Ekspor Vaksin Covid-19, Kenapa?

UE Disebut Ancam Mau Blokir Ekspor Vaksin Covid-19, Kenapa?

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Uni Eropa mulai panik untuk mengamankan pasokan vaksin Covid-19. Otoritas...

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa mulai panik untuk mengamankan pasokan vaksin Covid-19. Otoritas setempat sampai mengancam produsen vaksin seperti AstraZeneca tak bisa ekspor vaksin jika tak memenuhi kesepakatan vaksin..

Permasalahan pemenuhan pasokan vaksin ini karena sejumlah pembuatan vaksin mengalami masalah dalam produksinya.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel juga sampai menyurati empat pemimpin EU untuk mencari cara hukum. Ini dalam rangka agar pasokan vaksin yang telah dibeli tetap tersedia.


"Jika tidak ada solusi, saya percaya kita harus mengekspor seluruh pilihan dan menempuh cara hukum pada perjanjian," ujarnya dalam surat tertanggal 27 Januari 2021, dikutip Reuters, Jumat (29/1/2021).

Sebagai informasi, Uni Eropa memiliki aturan mengenai pemantauan dan otorisasi ekspor vaksin Covid-19 di blok 27 negara. Seorang pejabat Uni Eropa menyebutkan dalam regulasi tersebut ekspor dapat diblokir jika melanggar kontrak antar pembuat vaksin dan Uni Eropa.

Otoritas setempat juga akan menjelaskan evaluasi kriteria ekspor pada hari Jumat ini.

Uni Eropa juga menegur pembuat vaksin Astrazeneca karena gagal melakukan pemenuhan pasokan. Mereka juga sampai meminta untuk mengalihkan pasokan dari Inggris.

Untuk masalah ini, CEO Astrazeneca, Pascal Soriot mengatakan jika UE terlambat mencapai kesepakatan pembuatan kontrak dengan negara lain. Jadi perusahaan kesulitan untuk memenuhi permintaan UE dalam waktu singkat.

Vaksinasi secara global memang membuat ketegangan baru di dunia. Apalagi sejumlah pembuat vaksin seperti Pfizer dan Astrazeneca memiliki masalah dalam produksi.

Dikabarkan sejumlah negara telah memborong vaksin. Israel jadi pemimpin dalam rangka pemenuhan pasokan, lalu ada Uni Emirat Arab, Inggris, Bahrain, dan Amerika Serikat.

Setelah negara-negara tersebut masih ada Italia, Jerman, Perancis, China dan Rusia. Sementara negara miskin berusaha mengumpulkan dari sisa-sisa pasokan yang tersedia.

Sementara itu, Inggris tetap percaya diri pasokan vaksinnya tetap tersedia. Walaupun ada perselisihan diantara Uni Eropa dengan AstraZeneca.

"Kami terus berkomunikasi dengan produsen vaksin dan tetap percaya diri pasokan vaksin untuk Inggris tetap tersedia," kata juru bicara pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)