Thailand Pakai Sambiloto Obati Covid-19, Indonesia Ikutan?

Thailand Pakai Sambiloto Obati Covid-19, Indonesia Ikutan?

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah mau...

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah mau mengikuti jejak Thailand terkait dengan keefektifan tanaman sambiloto sebagai suplemen spesifik untuk Covid-19.

"Ingin ikuti jejak Thailand yang sudah menyatakan sambiloto, suplemen herbal untuk covid-19. Semoga BPOM bisa segera mengambil keputusan, bisa membantu upaya kita untuk pencegahan," katanya saat rapat kerja dengan Komisi IX bersama Kemenkes dan Kemenristek di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Bambang Brodjonegoro menambahkan pihaknya akan mengkaji sambiloto sebagai imunomodulator (obat yang dapat memodifikasi respons imun) dengan prosedur sistematik dan harus dilakukan untuk mendeteksi komponen atau bahan apa yang cocok, baru kemudian dilanjutkan dengan uji klinis.


"LIPI uji klinis di RS Wisma Atlet. Dites waktu itu kombinasi jahe merah, sambiloto, meniran. Semua produk sudah ijin BPOM tapi belum spesifik covid-19," katanya.

Menurutnya, dari uji yang dilakukan, nantinya ingin dinaikkan dari Obat Herbal Terstandar (OHT) menjadi fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik.

"Dengan ekstraksi yang sudah dilakukan, agar menambah kemampuan pencegahan melalui suplemen spesifik Covid-19," tegasnya.

Sebagai informasi, Andrographis Paniculata dikenal dengan nama Sambiloto di Indonesia.Sambiloto telah digunakan dalam pengobatan tradisional Thailand untuk mengobati berbagai infeksi termasuk demam dan pilek.

Tujuh bulan yang lalu, Dr Marut Jirasrattasiri, direktur jenderal Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand mengatakan bahwa departemennya bekerja sama dengan Rumah Sakit Siriraj Fakultas Kedokteran, Institut Penelitian Chulabhorn, dan Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) melakukan studi percontohan tentang efek ekstrak Sambiloto pada pasien dengan Covid-19 dengan persetujuan dari Komite Etika Penelitian Manusia.

Ada permintaan khusus untuk melakukan uji coba pada pasien di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura. Namun, karena infeksi Covid-19 di Thailand semakin berkurang, tentunya hanya ada sangat sedikit pasien dalam uji coba ini.

"Ekstrak ini akan membantu mengurangi infeksi. Jika berfungsi dengan baik, itu akan murah dan tersedia luas. Yang penting, herbal diproduksi di Thailand 100 persen," kata Dr Marut.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)