Sah! Login WhatsApp Web Harus Pindai Sidik Jari atau Wajah

Sah! Login WhatsApp Web Harus Pindai Sidik Jari atau Wajah

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru ketika pengguna mengakses...

Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru ketika pengguna mengakses WhatsApp web dan desktop. Dalam update terbarunya pengguna harus menggunakan pemindai sidik jari atau pindai wajah atau pindai wajah.

Jadi sebelum pengguna memindai kode QR untuk menyinkronkan akun WhatsApp ke perangkat baru, pengguna yang telah mengaktifkan fitur autentifikasi biometrik di ponsel akan diminta untuk melakukan autentikasi wajah atau sidik jari.

"Fitur keamanan baru ini hanya akan berfungsi pada ponsel yang mendukung otentikasi biometrik (iOS 14 ke atas dan sejumlah perangkat Android yang sudah kompatibel), dan ketika pengguna sudah mengaktifkan autentikasi biometrik pada ponsel mereka," ungkap WhatsApp dalam keterangan resminya, Kamis (28/1/2021).


WhatsApp mengungkapkan tambahan lapisan keamanan ini akan meminimalisasi kemungkinan teman atau rekan kerja kamu (jika kita sudah siap ke kantor lagi) untuk menyinkronkan akun ke perangkat lain tanpa sepengetahuan mereka.

Sah! Login WhatsApp Web Harus Pindai Sidik Jari atau WajahFoto: Login WhatsAppÂWeb harus pindaiÂsidik jari atau pindah wajah (Doc WhatsApp)

"Kami menghadirkan fitur ini untuk memperkuat fitur keamanan yang telah ada, yaitu memunculkan notifikasi saat ada yang login di WhatsApp Web/desktop serta pengaturan untuk keluar dari semua perangkat di aplikasi ponsel yang dapat digunakan kapanpun," jelasnya.
WhatsApp mengklaim autentikasi wajah dan sidik jari yang dilakukan di perangkat pengguna otomatis terlindungi oleh sistem keamanan privasi sehingga WhatsApp tidak akan bisa mengakses informasi biometrik yang tersimpan di sistem operasi ponsel pengguna.
"WhatsApp akan meluncurkan pembaruan sistem keamanan antar perangkat bersamaan dengan desain visual baru untuk WhatsApp Web. Pembaruan ini akan tersedia di ponsel pengguna yang kompatibel dalam beberapa minggu mendatang," terang WhatsApp.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)