Rilis PS5 Kala Pandemi, Sony Menang Banyak

Rilis PS5 Kala Pandemi, Sony Menang Banyak

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Sony pesta besar setelah peluncuran PlayStation 5 atau PS5 pada November...

Jakarta, CNBC Indonesia - Sony pesta besar setelah peluncuran PlayStation 5 atau PS5 pada November lalu. Penjualan divisi game nya mengalami keuntungan besar mencapai 40%.

Nilai penjualannya menjadi 883,2 miliar yen atau Rp117,5 triliun, selain karena PS5 juga akibat penjualan software game November lalu. Divisi tersebut mendapatkan pendapatan 80,2 miliar yen (Rp10,6 triliun) atau naik sekitar 50% dari tahun sebelumnya.

Dilaporkan jika Sony mengirimkan 4,5 juta konsol PS5 tahun lalu. Angka itu sejalan dengan apa yang diperkirakan sejumlah analis sebelumnya.


Menurut laporan perusahaan riset, Omdia, konsol anyar itu diperkirakan bisa terjual sebanyak 17,8 juta unit pada akhir tahun 2021 mendatang. Sedangkan pada 2024, PS5 kemungkinan akan terjual 63,9 juta unit.

Sementara itu Sony untuk laba operasi pada Oktober hingga Desember adalah 359,2 miliar yen atau Rp47,8 triliun. Angka itu naik 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dikutip CNBC Internasional, Kamis (4/2/2021).

Dengan tren positif itu, Sony percaya diri menaikkan prakiraan laba untuk 12 bulan hingga bulan Maret 2021 menjadi 940 miliar yen (Rp125,1 triliun) atau naik 34% dari 700 miliar yen (Rp93,1 triliun) dari yang diperkirakan sebelumnya.

Diperkirakan penjualan akan mencapai 8,8 triliun yen pada tahun fiskal penuh, naik 4% dari 8,5 triliun yen pada bulan Oktober.

Penjualan Xbox
Rival Sony, Microsoft diketahui juga merilis Xbox terbaru tahun lalu. Jika tahun ini PS5 diperkirakan menjual mencapai 17,8 juta unit, Xbox diharapkan mencapai 12,1 juta unit.

Sementara pada 2024, jumlah penjualan Xbox pun tak bisa melangkah PS5. Perkiraan nya tiga tahun lagi 'hanya' 41,8 juta unit yang terjual saat itu.

Kinerja PS5 hampir mirip dengan PS4 yang menjual 4,5 juta unit pada kuartal debutnya. Pasokan jadi masalah setiap konsol baru muncul akibat adanya kekurangan semikonduktor global.

Permintaan atas konsol tersebut menurut analis utama Omdia, Steven Bailey tetap akan tinggi pada tahun ini. Menurutnya pasokan akan sangat menentukan pasar di kuartal dua 2021.

"Dan setelah itu tergantung pada PlayStation dan Xbox untuk memulai pengiriman barang dalam eksklusif pihak pertama. Bersamaan dengan bundling ritail, ini adalah aspek krusial untuk memicu momentum tahunan pasar konsol," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)