Protes Kebijakan Baru, Anak Buah Erdogan Hapus WhatsApp

Protes Kebijakan Baru, Anak Buah Erdogan Hapus WhatsApp

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Kebijakan privasi baru WhatsApp membuat banyak orang tak menyukainya....

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan privasi baru WhatsApp membuat banyak orang tak menyukainya. Salah satunya, kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Endorgan memutuskan tak menggunakan platform pesan milik Facebook itu.

Mereka akan memindahkan grup WhatsApp ke aplikasi pesan terenkripsi BiP. Platform itu merupakan unit dari Turkcell Iletisim Hizmetler.

Perpindahan itu juga diumumkan pihak dari kantor media di grup WhatsApp pada Sabtu lalu, dikutip Economic Times, Senin (11/1/2021). Kantor Presiden Endorgan juga mendesak warga Turki segera berpindah ke BiP.


Langkah ini diambil tak lama setelah Endorgan melakukan kampanye melawan perusahaan media sosial. Para aktivis menyatakan jika kebijakan itu dimaksudkan untuk menutup perbedaan pendapat.

Sebagai informasi, WhatsApp akan memberlakukan kebijakan privasi terbaru mulai 8 Februari 2021 mendatang. Pelanggan yang tidak berkenan dengan hal tersebut diizinkan untuk menghapus akunnya.

Salah satu poin yang membuat heboh adalah WhatsApp akan membagikan data penggunanya dengan induk perusahaan Facebook. Pihak WhatsApp sendiri sudah memberikan penjelasan mengenai hal itu.

WhatsApp menyatakan jika praktek pembagian data sudah dilakukan sejak tahun 2016 dengan Facebook. Namun data dibagikan dalam jumlah yang terbatas.

"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dngan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebitihan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," kata WhatsApp dalam keterangan resminya.

Kebijakan baru ini sebenarnya diarahkan pada pesan di akunÂWhatsAppÂBusiness. Menurut perusahaan,ÂWhatsAppÂBusiness bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan chat mereka.

Dengan begitu memungkinkan percakapan di akun WhatsAppÂBusiness disimpan di server Facebook. Pengguna juga bebas untuk berinteraksi menggunakan akun biasa atau bisnis.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)