Pakai Vaksin Pfizer, Singapura Temukan Reaksi Alergi Parah

Pakai Vaksin Pfizer, Singapura Temukan Reaksi Alergi Parah

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Singapura menemukan empat kasus anafilaksis atau timbul respon alergi...

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura menemukan empat kasus anafilaksis atau timbul respon alergi parah dengan cepat. Kasus ini setelah orang-orang menerima suntikan pertama dari Pfizer-BioNTech.

Pengumuman itu dilakukan Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura, Janil Puthucheary minggu lalu. Dia hadir di parlemen untuk menghadap pada 12 anggota parlemen yang meminta informasi terbaru soal vaksinasi termasuk orang yang memiliki efek setelah disuntik.

Janil menjelaskan jika empat orang itu berusia diantara 20-30 tahun. Seluruhnya mengalami ruam, sesak napas, bibir bengkak, sakiit tenggorokan dan pusing.


Namun Janil mengatakan jika seluruh kasus dapat terdeteksi dan segera diobati.

"Seorang dalam observasi selama beberapa jam sementara beberapa lainnya keluar dari rumah sakit setelah observasi satu hari di rumah sakit atau dirawat. Tidak ada yang memerlukan ICU," kata dia, dikutip CNA, Senin (1/2/2021).

Seluruh pasien tersebut tidak ada yang memiliki riwayat alergi parah dan dapat menghambatÂmenerima vaksin. Sementara diketahui tiga orang diantaranya memiliki alergi rinitis dan makanan seperti kerang.

Kasus ini memang tak sebanyak dengan jumlah warga Singapura yang mendapatkan suntikan pertama yakni lebih dari 155 ribu orang. Hal tersebut juga diutarakan oleh Janil.

Menurutnya kasus yang ditemukan tersebut masih lebih kecil dibandingkan kejadian serupa di negara lainnya. Janil mengatakan jika manfaat vaksin lebih besar dari potensi buruk yang terjadi.

"Saat ini manfaat untuk mendapatkan vaksin sebagai pelindung diri dari Covid-19 yang parah dan komplikasinya jauh lebih tinggi dibandingkan potensi buruk yang muncul karena vaksin," ungkapnya.

Janil menjanjikan akan terus memantau keamanan dari vaksin. Dia juga mengatakan siap memastikan vaksin yang digunakan aman untuk warga Singapura.

"Kami akan terus memonitor keamananÂvaksin dan memastikan vaksin yang digunakan di Singapura aman untuk populasi grup kami," ujar Janil.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)