Menkominfo: Lelang Frekuensi 2,3 GHz Bukan Buat Jaringan 5G

Menkominfo: Lelang Frekuensi 2,3 GHz Bukan Buat Jaringan 5G

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Setelah Kementerian Kominfo menghentikan lelang frekuensi 2,3 Ghzsalah...

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah Kementerian Kominfo menghentikan lelang frekuensi 2,3 Ghz, salah satu pertanyaannya apakah akan mengganggu implementasi 5G di Indonesia. Namun menurut Menteri Kominfo, Johnny Plate, spektrum tersebut tidak berhubungan dengan deployment (penyebaran) 5G.

"Saya perlu tekanan di sini, pelelangan spektrum frekuensi 2,3 Ghz tidak ada hubungannya dengan deployment 5G," ujar Johnny dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo RI, Senin (1/2/2021).

Menurutnya pelelangan itu untuk kepentingan perusahaan operator seluler yakni pengembangan usaha. Termasuk pemanfaatan 4G dan nanti jika sudah ada 5G.


"Pelelangan spektrum 2,3 Ghz untuk menambah atau melengkapi kebutuhan operator seluler akan keperluan spektrum demi pengembangan usaha mereka, termasuk untuk pemanfaatan 4G dan pada saatnya untuk 5G silahkan," jelasnya.

Dia menuturkan pelelangan itu bukan berarti pita frekuensi 2,3 Ghz menjadi bebas secara nasional. Dalam laporan Kominfo pada spektrum tersebut terdapat pemanfaatan telekomunikasi lain, untuk itu frekuensi kosong pada rentang tersebut dilelang.

Johnny juga menegaskan jika pelelangan tidak dibatalkan. Namun akan ada pelelangan ulang yang diungkapkan alasannya demi akuntabilitas transparansi aktivitas tersebut.

"Diputuskan re-tender karena administratif. Tidak ada acuan di situ berapa harganya kalau mau spesifik," ungkap Johnny.

Selain itu, Johnny menyebutkan jika ada program 5G initial showcase deployment. Jadi akan dilakukan pengujian di wilayah industri, kota mandiri dan pusat pariwisata namun dengan catatan ekosistem 5G sudah tersedia di sini.

"Jika itu belum tersedia dan perekonomiannya kurang, operator seluler pun tidak akan melaksanakannya," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)