Kominfo Panggil Facebook-WhatsApp Soal Aturan Privasi Data

Kominfo Panggil Facebook-WhatsApp Soal Aturan Privasi Data

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Kementerian Kominfo memanggil WhatsApp-Facebook terkait aturan privasi...

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kominfo memanggil WhatsApp-Facebook terkait aturan privasi data dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Selanjutnya pemerintah menetapkan kebijakan lanjutannya.

"Hari ini Kominfo memanggil pengelola WA/FB Asia Pacific Region untuk memberikan penjelasan lengkap. Setelah itu pemerintah akan menetapkan kebijakan lanjutan terkait dengan hal ini," kata Menteri Komingo, Johnny Plate kepada CNBC Indonesia, Senin (11/1/2021).

Dia juga mengingatkan pada masyarakat untuk bijak memilih dan menentukan media sosial mana yang bisa memberikan perlindungan data pribadi dan privasi. Sehingga mereka akan terhindar dari penyalahgunaan data tersebut.


Menurutnya sudah ada sejumlah aturan yang bisa jadi payung hukum untuk pengelolaan informasi, data dan transaksi elektronik. Dia menyebutkan adalah UU ITE, PP 71/2019, dan Permen Kominfo 5/2020.

"Akan diperkuat secara lebih detail dalam RUU PDP," kata dia.

Dia menyebutkan salah satu prinsip yang tertera dalam rancangan aturan tersebut adalah penggunaan data pribadi harus dalam persetujuan p[emilik data. Hal ini juga sesuai dengan aturan di berbagai negara lain termasuk GDPR yang dimiliki Uni Eropa.

"Salah satu prinsip utama dalam PDP adalah bahwa penggunaan data pribadi harus dengan persetujuan (consent) pemilik data. Hal ini sejalan dengan regulasi di berbagai negara termasuk GDPR Uni Eropa maupun substansi yang ada dalam RUU PDP Indonesia," jelas Johnny.

Seperti diketahui WhatsApp akan memberlakukan kebijakan privasi baru per 8 Februari 2021 mendatang. Pelanggan yang tidak setuju dapat menghapus akun WhatsApp.

Salah satu yang membuat heboh adalah kebijakan pembagian data WhatsApp untuk Facebook. Dalam penjelasannya praktek bagi-bagi data ini sudah dilakukan sejak 2016 lalu dengan induk usahanya tersebut namun masih dalam jumlah terbatas.

"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dngan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebitihan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," kata WhatsApp dalam keterangan resminya.," kata WhatsApp.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)