Jokowi Siap Disuntik Vaksin, RI Siap Susul AS & Inggris

Jokowi Siap Disuntik Vaksin, RI Siap Susul AS & Inggris

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia -ÂRencananya minggu ini program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air akan...

Jakarta, CNBC Indonesia -ÂRencananya minggu ini program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air akan dimulai. Presiden Joko WidodoÂ(Jokowi) akan menjadi orang pertama yang akan disuntik.Â

Belum lama ini pemerintah mengumumkan telah mengamankan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dari dua pengembangnya yaitu AstraZeneca dan Novavax. Pemerintah tengah berupaya untuk mendapatkan 50 juta dosis tambahan dari pengembang lain yakni Pfizer.

Berdasarkan penuturan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi SadikinÂ(BGS) Indonesia diharapkan bisa memperoleh 400 juta dosis vaksin dari empat pengembang yakni Sinovac, Novavax, AstraZenecaÂdan Pfizer.


Dengan asumsi setiap satu orang membutuhkan 2 dosis dan 15% adalah dosis yang dialokasikan untuk pemborosan (wastage rate) berdasarkan kalkulasi WHO, maka jumlah vaksin tersebut dapat digunakan untuk mengimunisasiÂ186 juta masyarakat Indonesia, atau 69% dari total populasi Indonesia.

Untuk mewujudkan imunitas komunal (herd immunity) maka jumlah orang yang harus divaksinasi akan sangat tergantung pada laju reproduksi virus (Rt). Menggunakan Rt sama dengan 4 atau 1 orang bisa menularkan Covid-19 ke orang lain maka 75% populasi Indonesia harus divaksinasi atau setara 201 juta orang.

Indonesia setidaknya membutuhkan 32,15 juta dosis vaksin lagi untuk mencapai target vaksinasi 75%. Butuh waktu 1,5 - 3 tahun untuk bisa memvaksinasi masyarakat RI.Â

Kini Indonesia siap menyusul negara-negara lain yang sudah mengimplementasikan program vaksinasi. Israel menjadi negara yang memimpin jumlah orang yang divaksinasi. Kurang lebih ada sebanyak 15,14 dosis vaksin sudah diberikan kepada 100 orang. Di posisi kedua ada Uni Emirat Arab dengan 7,69 dosis per 100 orang.

Keberhasilan vaksinasi Covid-19 dalam menekan pandemi tidak hanya terletak pada jumlah populasi yang diimunisasi, tetapi juga sangat tergantung pada tingkat keampuhan vaksin (efficacy).

Berdasarkan hasil analisa interim uji klinis tahap akhir yang sudah dilaporkan oleh para pengembang efficacy vaksin Covid-19 rata-rata berada di 70-95%. Jauh lebih tinggi dari vaksin Flu.

Namun ini merupakan hasil analisa awal dan tingkat keampuhan akan lebih rendah jika sudah disuntikkan secara masal mengingat total peserta uji klinis untuk setiap kandidat vaksin di bawah 100 ribu orang, sementara jumlah populasi yang membutuhkannya mencapai miliaran.

Bagaimanapun juga dimulainya program vaksinasi di Tanah Air di bulan Januari dan di negara-negara lain turut meningkatkan optimisme kebangkitan ekonomi. Vaksinasi Covid-19 akan dimulai dan kini tinggal menunggu aba-aba dari BPOM.Â

Terkait dengan aspek kehalalan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengatakan bahwa vaksin yang diperoleh dari SinovacÂsuci dan halal.

TIM RISET CNBCÂINDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)