Didorong Konsolidasi, Operator Seluler Minta Ini ke Kominfo

Didorong Konsolidasi, Operator Seluler Minta Ini ke Kominfo

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Merger antara operator telekomunikasi memang sudah jadi permintaan dari...

Jakarta, CNBC Indonesia - Merger antara operator telekomunikasi memang sudah jadi permintaan dari waktu yang lama. Namun perusahaan juga punya permintaan terkait hal tersebut.

Wakil Direktur Utama Tri Indonesia, Danny Buldansyah mengungkapkan permintaanya menyoal regulasi. Aturan ini dapat memudahkan operator saat beroperasi nantinya.

"Regulasi bagaimana spektrum, harga, bagaimana regulasi itu memudahkan operator terutama untuk menggelar jaringan. Dalam hal izin-izin yang ada baik dari pemerintah pusat dan daerah," kata Danny, webinar "Musim Merger dan Akuisisi Operator Telekomunikasi" Alinea Forum, Rabu (3/2/2021).


Dia menyatakan yang pasti adanya kepastian hukum serta regulatory charges yang lebih murah untuk operator. Menurutnya saat ini perusahaan operator seluler dibebankan untuk harga tersebut.

"Agar lebih rasional perlu dipertimbangkan caranya seperti apa," kata dia.

Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo memang diketahui melakukan merger, Danny mengatakan diharapkan semua prosesnya bisa selesai sebelum akhir April namun jika lebih cepat akan lebih baik lagi.

Dia bercerita jika sekarang setelah MoU ditandatangani oleh kedua pemegang saham yakni Hutchison dan Ooredoo, masing-masing mengumpulkan konsultan. Dalam hal ini kedua perusahaan mulai untuk mengumpulkan data.

"Sejak MoU ditandatangani, kita masing-masing sudah mengumpulkan data. Masing-masing pihak sudah menunjuk consultant baik consultant legal, keuangan dan lain-lainnya. Kita mulai bertukar data," jelas Danny.

Dia juga berharap dengan merger, perusahaan hasil gabungan itu bisa bersinergi dan membawa keuntungan. Namun realisasi tersebut tidaklah mudah.

"Bahwa merger atau Konsolidasi bisa terjadi secepatnya secara administrasi dan regulasi. Kita fokuskan dulu sebelum kita ngomong bahwa setelah merger itu ngapain sih," ujar Danny.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)