Covid-19 Mulai Ancam Dunia Bulutangkis, Apakah Ini Blunder dari All England Open?

Covid-19 Mulai Ancam Dunia Bulutangkis, Apakah Ini Blunder dari All England Open?

Terbaiknews - Kasus pertama Vicod-19 dalam dunia badminton muncul pada Minggu (22/3/2020) ketika anggota dari tim...

Kasus pertama Vicod-19 dalam dunia badminton muncul pada Minggu (22/3/2020) ketika anggota dari tim bulutangkis Taiwan, dilaporkan positif terpapar virus corona. Pandemi Vicod-19 sejauh ini sudah Âmenyebabkan 15.000 korban kematian di seluruh dunia. Wabah ini penyebarannya sangat cepat sehingga WHO sudah memutuskan status pandemic bagi virus mematikan tersebut di seluruh Dunia.

Menurut The Star.com.my (24/3/20), korban anggota tim Taiwan tersebut adalah mitra sparring yang bepergian dengan tim bulu tangkis Taiwan selama di Eropa yaitu ke Spanyol, Jerman, dan Inggris dalam mengikuti turnamen yang diselenggarakan ole Badminton World Federation (BWF).

Sebanyak 32 anggota tim bulu tangkis Taiwan, termasuk Chou Tien Chen dan Tai Tzu Ying yang masing-masing merupakan runner-up dan peraih gelar All England Open 2020 telah dikarantina. Diharapkan tidak ada korban baru yang terpapar coronavirus.

Karantina juga tengah dilakukan oleh seluruh anggota tim bulutangkis Indonesia, baik pemain maupun ofisial dengan program isolasi mandiri. Namun ternyata Hendry Saputra harus menerima kenyataan terindikasi paparan Vicod-19. Kasus ini menyusul pemain Taiwan yang sudah positif terpapar Covid-19.

Saat ini Hendry sudah langsung ditangani oleh tim kesehatan Pemerintah dengan mengikuti isolasi di Wisma Atlit Kemayoran. Dengan intensif kondisinya terus mendapat evaluasi. Demikian pula sudah silakukan test PCR yang sedang ditunggu hasilnya. Semoga saja hasil test ini negative (Badmintonindonesia.org 24/3/20). Â

Pebulutangkis tunggal putra India, HS Prannoy bereaksi dengan kejadian tersebut. Prannoy dengan lantang menyalahkan Badminton World Federation (BWF) dan presiden BWF Poul-Erik Hoyer atas sikap menahan ditundanya All England Open 2020 meskipun ada kekhawatiran Covid-19. Menurutnya seharusnya All England ditunda karena ancaman wabah corona yang mengerikan tersebut.

Prannoy Âtermasuk di antara tujuh pebulu tangkis India yang mundur dari All England Open 2020 hanya seminggu sebelum turnamen digelar dengan alasan tidak ingin mengambil risiki terinfeksi virus corona, Covid-19.

Enam pemain lainnya yang memilih mundur adalah rekan setim tunggal putra Prannoy yakni Sameer Verma dan Sourabh Verma serta pemain ganda Chirag Shetty, Satwiksairaj Rankireddy, Manu Attri, dan B Sumeeth Reddy.

"Pada waktu itu, banyak orang mengkritik keputusan saya karena mundur dari turnamen. Presiden BWF seharusnya bertindak secara bertanggung jawab dan bijaksana. Tidak ada yang akan terjadi jika turnamen ini tidak digelar," ujar Prannoy seperti dilansir The Star.com.my (24/3/20).

Prannoy boleh saja merasa lega karena tidak ikut ajang tersebut namun dirinya sangat menyesalkan sikap BWF yang tetap membiarkan All England Open tetap berlangsung. Terbukti saat ini sudah ada korban akibat keteledoran tersebut.

Bukan Prannoy saja yang mengecam Poul Erick Hoyer, rekan senegaranya Hans-Kristian Vittinghus juga menyesalkan keputusan Hoyer. Pemain tunggal Denamark tersebut mempertanyakan bagaimana Hoyer bisa menjamin tidak ada yang terinfeksi. Apakah Hoyer bisa menjamin kemanan virus itu bagi semua staf pendukung seperti pelatih dan pelatih fisik, semua staf turnamen, semua penonton. "Tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti seberapa besar turnamen tersebut membantu menyebarkan virus," ujar Vittinghus seperti dilansir The Star.com.my (24/3/20).

VIDEO PILIHAN