Komitmen Sultan menjadi kunci penanganan COVID-19 di DIY

Komitmen Sultan menjadi kunci penanganan COVID-19 di DIY

Terbaiknews - Yogyakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)...

Yogyakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan komitmen Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk bergerak cepat mengambil keputusan menjadi kunci penanganan COVID-19 di wilayah setempat.
"Dulu Pak Gubernur langsung menetapkan status tanggap darurat. Padahal saat itu, provinsi-provinsi lain di sekitar DIY belum," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DIY Biwara Yuswantana di Yogyakarta, Kamis.
Menurut Biwara, keberanian Sultan langsung menetapkan status tanggap darurat pada 20 Maret 2020 memiliki dampak yang besar saat awal penanganan COVID-19 di DIY.
"Sesuai tahapannya, kami di staf memberikan kajian mestinya kan siaga dulu, tetapi beliau malah langsung (menetapkan) tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY ini.
Penetapan status itu membuat Pemda DIY memiliki kemudahan akses untuk melakukan redesain atau penataan APBD. Dengan didukung DPRD DIY, Pos Belanja Tak Terduga (BTT) DIY yang awalnya Rp14 miliar bisa meningkat menjadi Rp600 miliar untuk penanganan COVID-19.
"Kegiatan yang sifatnya investasi, pembangunan rumah, gedung, dan lain-lain ditunda semua untuk penanganan itu," kata dia.
Pengadaan berbagai kebutuhan untuk penanganan COVID-19 seperti peralatan kesehatan ruang isolasi serta APD dapat dilakukan dengan cepat tanpa melalui lelang karena bersumber dari BTT.
Rumah sakit rujukan di DIY yang sebelumnya berjumlah lima rumah sakit pun bisa ditambah menjadi 27.
"Tentu prosedur pengadaan masa tanggap darurat tetap sesuai Undang-Undang yang berlaku sehingga kami bisa menyiapkan lebih awal," kata dia.
Tak hanya berdampak pada aspek penganggaran dan sarana prasarana, menurut Biwara, penetapan status itu sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap COVID-19 lebih awal.
Hal itu, menurutnya, ditambah dengan statemen Sultan HB X yang selalu menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pencegahan virus corona jenis baru itu dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Baru akhir-akhir ini kami menyadari ternyata statemen beliau sudah diperkirakan sejak awal. Namanya pandemi COVID-19 penyakit menular melalui virus kan kuncinya pada perilaku yang tidak bisa dipantau 24 jam," kata dia.
Selain sebagai gubernur, Sosok Sultan HB X yang juga Raja Keraton Yogyakarta, kata dia, menjadi kombinasi yang pas untuk memandu masyarakat DIY menghadapi wabah ini.
Pengalaman menghadapi bencana-bencana sebelumnya seperti gempa dan erupasi Gunung Merapi, kata dia, memberikan andil membangun modal sosial warga berupa gotong royong yang saat ini kembali muncul.
"Sehingga statemen tanggap darurat Sultan bertemu dengan modal sosial masyarakat Yogyakarta untuk ikut menanggulangi bencana," kata dia.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai bahwa predikat yang diberikan Presiden Jokowi kepada DIY sebagai daerah terbaik dalam menangani COVID-19 bukan semata-mata berpijak pada jumlah kasus yang ada, tetapi lebih pada bagaimana penanganan dampak pandemi itu.
Tren peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY beberapa hari ini, menurut Aji, merupakan bagian dari konsekuensi DIY yang sudah mulai terbuka kembali dengan kunjungan warga luar daerah baik untuk berwisata, kepentingan bisnis, atau mengunjungi keluarga yang kemudian diikuti dengan peningkatan pemeriksaan swab.
"Tentu bukan terkait kesehatan saja, tapi juga dengan memberikan bantuan sosial, dengan menjaga ekonomi masyarakat tentu menjadi bagian yang dinilai bagaimana kita mengelola dengan baik," kata Aji.
Agar perekonomian masyarakat tetap bergerak, DIY tetap membuka destinasi wisata, meski secara terbatas. Destinasi wisata diizinkan beroperasi sepanjang telah memenuhi kelayakan sarana prasarana untuk mendukung protokol kesehatan.
Pada Rabu (15/7) di Istana Kepresidenan, Bogor, Presiden Joko Widodo menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah terbaik dalam penanganan COVID-19, disusul Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, dan Gorontalo.
"Dalam penanganan COVID-19, ini dari seluruh parameter yang kita miliki memang DIY yang paling baik. Ini dengan parameter-parameter yang dimiliki oleh gugus tugas pusat," kata Jokowi.

COVID-19 Detais Indonesia

Berita dengan kategori