Warga Rohingya Melalui Jalur Berbahaya Saat Kabur ke Malaysia

Warga Rohingya Melalui Jalur Berbahaya Saat Kabur ke Malaysia

Terbaiknews - LHOKSEUMAWEKOMPAS.com – Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (...

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi ( UNHCR) Indonesia menyebut, saat ini hanya 111 warga Rohingya yang masih menetap di kamp penampungan sementara Lhokseumawe, Aceh.

Jumlah pengungsi Rohingya di Aceh semakin berkurang sejak kedatangan mereka pada Juni dan September 2020 lalu.

Public Relations Officer UNHCR Indonesia Mitra Suryono menyebutkan, Aceh dan Indonesia bukanlah negara tujuan warga Rohingya yang pergi dari Myanmar.

Buntut Final Futsal di Medan, Panitia Jadi Tersangka, Kapolsek Dicopot

Menurut Mitra, mereka memiliki kontak erat dengan keluarganya yang telah menetap di Malaysia.

“Ini diketahui dari wawancara ketika mereka baru tiba di Aceh,” kata Mitra dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).

Dia menyebutkan, UNHCR dengan otoritas Indonesia telah melakukan konseling tentang bahaya menggunakan jalur non-reguler menuju Malaysia.

Jalur itu, menurut Mitra, berisiko dan membahayakan jiwa para warga Rohingya.

“Kita telah berulang kali memberikan konseling kepada pengungsi mengenai risiko dari perjalanan non-reguler, termasuk risiko menggunakan jaringan penyelundup,” kata dia.

Hukuman Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Aceh Akan Diperberat

Namun, faktanya masih terjadi upaya warga Rohingya keluar dari Indonesia untuk bertemu keluarganya di Malaysia melalui jalur berbahaya.

Menurut Mitra, penting dibuat jalur alternatif yang sesuai hukum, agar pengungsi bisa bergabung kembali dengan keluarganya setelah berpuluh-puluh tahun terpisah.