Terancam Didiskualifikasi, Paslon Petahana Ilyas-Endang Siap Bela Diri

Terancam Didiskualifikasi, Paslon Petahana Ilyas-Endang Siap Bela Diri

Terbaiknews - INDRALAYA- Calon wakil bupati Ogan Ilir nomor urut dua Endang PU Ishak yang berpasangan dengan...

INDRALAYA, - Calon wakil bupati Ogan Ilir nomor urut dua Endang PU Ishak yang berpasangan dengan bupati petahana Ilyas Panji Alam, enggan menanggapi hasil rekomendasi Bawaslu Ogan Ilir yang meminta KPU mendiskualifikasi pasangan tersebut karena dianggap telah melakukan pelanggaran admistrasi pilkada.

Endang meminta Kompas.com mengonfirmasi ke Tim Advokasi Pasangan Ilyas-Endang untuk menanggapi hal tersebut.

"Untuk hal itu konfirmasi ke Tim Advokasi Ilyas-Endang (saja)," katanya melalui pesan WhatsApp

Tim Advokasi Pasangan Bupati Petahana Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak melalui ketuanya Firli Darta saat dihubungi Kompas.com menyatakan, pihaknya mengormati keputusan Bawaslu Ogan Ilir karena itu bagian dari proses demokrasi.

Bawaslu Keluarkan Rekomendasi Diskualifikasi, Ini yang Dilakukan Paslon Petahana Ilyas-Endang

Namun demikian, Firli mengatakan, pasangan Ilyas-Endang akan melakukan upaya hukum bahkan hingga ke Mahkamah Agung sebagai bagian dari hak pembelaan.

"Kita menghormati itu sebagai sebuah proses demokrasi, namun kita akan melakukan upaya hukum hingga ke MA sebagai bagian dari hak dan ruang pembelaaan kita," terang Firli melalui sambungan telepon, Minggu (11/10/2020).

Firli menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan resmi hasil rekomendasi dari Bawaslu itu. Mereka mengetahui adanya rekomendasi itu dari media massa.

"Kami belum menerima apa pun terkait rekomendasi Bawaslu Ogan Ilir itu. Kami hanya mengetahui dari berita di media massa. Oleh karena itu, kita hanya menganggap itu hanya wacana atau opini saja, namun kita tetap mempersiapkan diri untuk melakukan pembelaan," terang Firli

Menurut Firli, hasil keputusan Bawaslu Ogan Ilir berupa rekomendasi untuk mendiskualifikasi pasangan Ilyas-Endang merupakan kajian Bawaslu sendiri tanpa memberi ruang pembelaan kepada pihak terlapor.

"Memang ada klarifikasi tapi tidak pernah mempertimbangkan atau meminta bukti-bukti dari terlapor, mereka hanya mempertimbangkan bukti-bukti dari pelapor saja tanpa meminta bukti-bukti dari kita," kata Filri lagi