Tanah Bergerak di Lebak, Warga Satu Kampung Diminta Tinggalkan Rumah

Tanah Bergerak di Lebak, Warga Satu Kampung Diminta Tinggalkan Rumah

Terbaiknews - LEBAK- Puluhan rumah terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Jampang CikonengKecamatan...

LEBAK, - Puluhan rumah terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Jampang Cikoneng, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.

Akibatnya, warga satu kampung diminta untuk tidak lagi menempati rumahnya karena disebut sudah tidak layak dan berbahaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pergerakan tanah akan terus berlangsung di Jampang Cikoneng sehingga tidak cocok untuk permukiman.

Hal tersebut, kata dia, berdasarkan hasil kajian daridari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung pada 2019 lalu.

"2019 lalu sebagian warga sudah pindah, tapi masih ada sebagian yang bertahan karena merasa aman, akhirnya terdampak juga baru-baru ini, 41 rumah rusak hingga roboh," kata Febby kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (3/2/2021).

Puluhan Rumah di Lebak Rusak akibat Tanah Bergerak, Jumlahnya Terus Bertambah

Dari 115 kepala keluarga (KK) di sana, hingga saat ini yang sudah direlokasi mencapai 72 KK, sementara sisanya masih bertahan dan harus pindah dalam waktu dekat ke tempat yang aman.

Febby mengatakan, nantinya warga akan diberikan dana stimulan dengan nilai maksimal Rp25 juta untuk relokasi mandiri.

Saat ini, kata dia, proposal permohonan dana sudah diajukan ke Bupati Lebak, tinggal menunggu disetujui.

"Sambil menunggu disetujui kita akan lakukan musyawarah, ada dua berita acara dimana warga bersedia melakt relokasi mandiri dan menyatakan tidak akan tinggal di sana lagi," kata dia.

Diketahui,ini adalah kali kedua pergerakan tanah terjadi di wilayah tersebut. Pada 2019 lalu sejumlah rumah juga dilaporkan rusak akibat bencana tersebut.

Waspada Banjir dan Longsor di Kabupaten Lebak

Ubay, ketua RT setempat mengatakan, tanah bergerak kali kedua ini mulai terjadi pada Desember 2020, saat itu, usai hujan turun berhari-hari.

"Tadinya satu dua rumah retak, lalu ada yang roboh, total hingga saat ini 41 rumah rusak, tiga rumah sudah roboh karena tanahnya bergeser. Tiap setelah hujan pasti ada laporan rumah retak bahkan roboh," kata Ubay.