Uskup Manado ingatkan tentang Kehidupan Rahmat

Uskup Manado ingatkan tentang Kehidupan Rahmat

Terbaiknews - Manado (ANTARA) - Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam misa tanpa umat yang...

Manado (ANTARA) - Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam misa tanpa umat yang disiarkan dari Gereja Katedral Manado melalui TVRI Sulut danRRI Manado mengingatkan Umat Katolik tentang tradisi gereja yakni kehidupan rahmat, kehidupan dalam kasih setia Tuhan,dalam situasi kecemasan penyebaran virus COVID-19 saat ini.
"Kehidupan rahmat suatu kehidupan yang dibangun dalam relasi inti dengan Bapa, relasi inti dengan Anak dan Relasi inti dengan Roh Kudus," kata Uskup Rolly Untu, Minggu.
Uskup mengatakan sebagaimana kita membuka kehidupan harian dengan atas nama Bapa,Putra dan Roh Kudus begitu juga kita menutup dengan ungkapan yang sama.
Uskup mengatakan luar biasa yang terjadi pada misa minggu ini, karena bacaan tentang pernyataan Yesus, "Akulah Kebangkitan dan Kehidupan". Bacaan Injil Yohanes 11:1-45 merupakan bacaan Minggu Pra Paskah Kelima yang jadi rangkaian perjalanan umat Katolik dalam masa prapaskah ini.
Akulah kebangkitan dan hidup adalah kata-kata Yesus direfleksikan kembali dengan rupa-rupa cara, termasuk Paulus dalam suratnya kepada umatnya di Korintus, "Jika Yesus tidak mati dan bangkit maka sia-sialah iman kita."
Uskup mengatakan, Yesus punya maksud tiga hal dengan pernyataaan itu, pertama menunjuk pada kebangkitannya Yesus sendiri dan kebangkitan adalah jantung iman kita. Yesus juga memaksudkan kebangkitan itu pada akhir zaman, dan itu kita dengarkan dalam percakapan ketika Martha berjumpa dengan Yesus.
Uskup mengatakan hari ini kita merayakan ekaristi misa kudus dalam bentuk yang istimewa tanpa umat, ini adalah gerakan bersama-sama untuk mencegah penyebaran corona virus COVID-19 yang mengancam bukan hanya di tempat lain tetapi kehidupan kita masing-masing.
"Kita menyaksikan hari-hari ini dimana-mana rupa-rupa upaya dari berbagai pihak pemerintah dan lembaga, para dokter, tenaga medis, relawan bahkan keluarga dan kita masing-masing untuk mencegah penyebaran virus, kita bergerak bersama, berperang melawan virus tersebut karena ini soal hidup dan mati.
Dalam situasi, Uskup Manado mengajak kita saling memberi semangat dan harapan untuk menghidupi situasi kita saat ini.
Dalam kesempatan Doa Syukur Agung melalui Pastor Paroki Katedral Manado, Pastor Agustinus Sumarauw Pr, mendoakan mereka yang meninggal karena virus Corona.