Wali Kota Kendari minta RT/RW menjadi teladan pencegahan COVID-19

Wali Kota Kendari minta RT/RW menjadi teladan pencegahan COVID-19

Terbaiknews - Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra)Sulkarnain Kadirmeminta kepada...

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir, meminta kepada semua ketua RT/RW khususnya pengurus baru yang dikukuhkan di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, agar menjadi teladan bagi warganya dalam upaya pencegahan penularan COVID-19.
"Kita imbau untuk menggunakan masker, tentu RT/RW-nya dulu yang memberikan contoh, jangan sampai sebaliknya malah RT/RW-nya yang memberikan contoh yang tidak tepat," kata Sulkarnain, pada pengukuhan 31 orang pengurus RT/RW di Kelurahan Punggolaka masa bakti 2020-2025, di Kendari, Selasa.
Kata Sulkarnain, seorang ketua RT/RW merupakan orang yang menjadi kepercayaan bagi masyarakat yang diharapkan bisa menuntun warga, mengorganisir warga terutama dalam upaya melakukan pencegahan penularan COVID-19
"Oleh karena itu saya pesan betul jadilah sebagai teladan dan contoh bagi masyarakat, supaya sejalan dengan apa yang kita imbau-kan dengan apa yang kita laksanakan," ujar Sulkarnain.
Diamenyampaikan bahwa keberadaan RT/RW di tengah-tengah masyarakat betul-betul memberikan peran yang sangat strategis, karena masyarakat harus terus diingatkan terhadap pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
"Mereka butuh contoh, butuh keteladanan, karena situasi seperti ini belum pernah kita hadapi sebelumnya. Oleh karena itu saya ingatkan lagi bawa peran di tengah-tengah masyarakat saat ini menjadi penting. Saya berharap setelah pelantikan hari ini, segera kita laksanakan tugas dan tanggung jawab kita," ungkap Sulkarnain.
Data gugus tugas COVID-19 Kota Kendari mencatat hingga 29 September 2020 jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 1.341 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 748 orang, 569 orang masih dalam perawatan isolasi atau karantina dan 24 orang dinyatakan meninggal dunia.*