Sering Masuk Zona Bahaya, Pencari Rumput di Lereng Merapi Akan Diedukasi

Sering Masuk Zona Bahaya, Pencari Rumput di Lereng Merapi Akan Diedukasi

Terbaiknews - YOGYAKARTAKOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sleman akan menggelar...

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sleman akan menggelar sosialisasi untuk mengedukasi para pencari rumput di lereng Gunung Merapi.

Edukasi ini terkait dengan perkembangan aktivitas Gunung Merapi saat ini.

"Rencananya yang pelatihan untuk pencari rumput mungkin minggu depan, setelah libur besok. Nanti untuk Turgo sama Glagaharjo dulu, kemarin baru dihubungi untuk rapat koordinasi," ujar Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/10/2020).

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Joko mengatakan saat ini BPPTKG Yogyakarta menetapkan status Gunung Merapi pada waspada (level II).

Rekomendasi BPPTKG, ancaman bahaya ada di radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi, sehingga dalam jarak tersebut tidak boleh ada aktivitas.

"Di wilayah 3 kilometer itu sebenarnya sudah kosong, yang ada (aktivitas) itu setelah 5 kilometer. Ada Srunen, Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, termasuk Turgo," ucapnya.

Namun demikian, masih banyak warga masyarakat yang mencari rumput untuk kebutuhan memberi makan ternak.

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Mereka mencari rumput hingga ke wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Para pencari rumput ini berasal dari Turgo, Glagaharjo dan Kepuharjo.

"Kalau kemarin itu ada yang mencari rumput sampai di Petit Opak itu masih banyak, itu sekitar 2 kilometer dari puncak (Gunung Merapi)," bebernya.