Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Terbaiknews - KARAWANG- PT Pertamina EPanak usaha PT Pertaminaberhasil menyelesaikan proyek pengeboran migas...

KARAWANG, - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina, berhasil menyelesaikan proyek pengeboran migas SP Bambu Besar di Karawang Timur, lebih cepat dari target penyelesaian 2021.

Dengan demikian, pasokan migas nasional juga lebih cepat bertambah, terutama gas, yang sudah mengalir sejak September 2020.

Direktur Utama PT Pertamina EP Eko Agus Sardjono mengatakan, fasilitas gas SP Bambu Besar di Karawang Timur ini penting dalam upaya menjaga pasokan gas ke industri di Jawa Barat (Jabar).

Dia mengatakan, proyek SP Bambu Besar berkonstribusi menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2.738 bopd dan gas sebesar 5.52 MMscfd.

Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkab Karawang Jadikan 2 Hotel untuk Isolasi

"Pencapaian ini diharapkan menjadi booster dan pemicu kepada seluruh Perwira Pertamina di seluruh Indonesia agar terus semangat menjadi energi mengabdi untuk Indonesia walau di masa pandemi Covid-19," kata Eko, melalui rilis ke Kompas.com, Sabtu (28/11/2020).

Sementara itu, Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menambahkan, pihaknya mengapresiasi cepatnya penyelesaian proyek migas di Karawang Timur ini.

"Realisasi SP Bambu Besar lebih cepat dari target, sehingga pada tahun 2020 ini kita sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi. Dalam kondisi pandemic Covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasakarena untuk mencapainya, dibutuhkan effort tambahan di lapangan," katanya.

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Pentingnya temukan cadangan migas

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan jika cadangan minyak nasional diperkirakan habis dalam sembilan tahun.

Hal itu karena belum semua potensi sumber energi fosil atau tidak terbarukan dapat dikonversi menjadi cadangan.

Juga, apabila tidak dilakukan eksplorasi, cadangan tersebut akan habis dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, Arifin menekankan pentingnya eksplorasi, guna meningkatakan cadangan sumber energi fosil.

"Dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan energi fosil yang baru, maka minyak bumi akan habis dalam waktu sembilan tahun," ujarnya dalam seminar virtual, Rabu (21/10/2020).

Sementara, cadangan gas bumi hanya menyisakan 77,3 triliun kaki kubik, atau akan habis dalam 22 tahun. Lalu cadangan batu bara sebesar 36,7 miliar ton, akan habis dalam waktu 65 tahun.