Lima kabupaten di NTT belum salurkan DAK fisik

Lima kabupaten di NTT belum salurkan DAK fisik

Terbaiknews - Lima Kabupaten Di NTT Belum Sa (ANTARA) - Sebanyak lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur...

Lima Kabupaten Di NTT Belum Sa (ANTARA) - Sebanyak lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur belum menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk kegiatan pembangunan daerah, masing-masing di antaranya Timor Tengah Utara, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, dan Sabu Raijua.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu, (25/7) terkait realisasi penyaluran DAK fisik di NTT.
“Lima kabupaten itu yang belum sama sekali menyalurkan DAK fisik pada semester I-2020. Di NTT hanya satu daerah yang realisasinya lebih tinggi yakni Kabupaten Lembata yang sudah mencapai 20,90 persen,” katanya.
Entitas pengelola keuangan se-NTT ikut workshop kode etik BPK
Ia menjelaskan, belum disalurkannya DAK fisik ini akibat terkendala berbagai pesoalan seperti lelang proyek yang terlambat ataupun gagal, kegiatan pembangunan yang tidak jadi ldilakukan akibat terkendala proses perijinan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Selain itu, lokasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan tata ruang wilayah, kegiatan yang tidak sesuai dengan dokumenpada DPA.
Lidya mengatakan, pada daerah-daerah yang belum sama sekali menyalurkan DAK fisik ini perlu menjadi perhatian serius untuk diperbaiki bersama-sama.
DAK fisik dari pemerintah pusat, lanjutnya, sebenarnya berbasis pada proposal yang dibuat pemerintah daerah sendiri untuk kebutuhan pembangunannya masing-masing.
“Untuk itu perlu menjadi perhatian yang sangat serius bagaimana pemerintah daerah harus menjemput dengan baik dana transfer yang memang sebelumnya sudah mereka proposalkan,” katanya.
BPK dilarang berikan bimtek terkait pengelolaan keuangan daerah
Ia menyebutkan, pada 2020 ini jumlah DAK fisik penugasan untuk NTT mencapai sebesar Rp1,2 triliun dengan jumlah yang baru terealisasi sebesar Rp71,7 miliar.
Lidya berharap, pemerintah daerah di NTT terus meningkatkan realisasi DAK fisik ini sehingga bisa memberikan multi efek bagi pembangunan dan perekonomian daerah di tengah kondisi pandemi virus Corona jenis baru atau COVID-19 ini.

Berita dengan kategori