Hoax Lebih Dahsyat dari Bom Atom

Hoax Lebih Dahsyat dari Bom Atom

Terbaiknews - Sergai (SIB)Anggota DPRD Serdangbedagai (Sergai) Hotnauli Sinurat SE mengingatkan generasi muda...
Sergai (SIB)
Anggota DPRD Serdangbedagai (Sergai) Hotnauli Sinurat SE mengingatkan generasi muda untuk lebih cermat dan cerdas menyikapi informasi yang ramai diposting di media sosial (Medsos) yang saat ini sangat mudah diakses lewat jaringan internet.

â&;&;Pasalnya, Medsos semakin banyak dimanfaatkan orang untuk menyebar berita-berita bohong (hoax), juga banyak berita media online kurang dapat dipertanggungjawabkan. Parahnya lagi turut pula menyebarkan ujaran kebencian,â&;&; tegas Hotnauli Sinurat kepada SIB, Rabu (12/2) sore, di Sei Rampah menanggapi maraknya berita hoax di Medsos terlebih memasuki tahun politik sekarang yang diduga sengaja disebarluaskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Karenanya, Hotnauli Sinurat yang sudah tiga periode duduk di bangku legislatif Sergai ini berharap, semua pihak khususnya generasi muda harus terlibat mengatasi persoalan tersebut dengan lebih selektif dalam memilah berita mana yang baik dan tidak. Dan bagi pengguna jejaring internet supaya tidak asal-asalan menyebar berita. Berita yang ternyata nantinya tidak bisa dipertangungjawabkan malah bisa menuai masalah dan akhirnya berhadapan dengan hukum.

Menurut politisi asal Partai Hanura ini, dampak berita hoax lebih dahsyat dari bom atom dan sangat cepat menyebar bagaikan virus sehingga kabar hoax tersebut menjadi viral di mana-mana. Jika bom atom bisa menghancurkan satu kawasan, maka di era digital sekarang keyboard komputer atau android yang dipijit satu kali bisa menghancurkan banyak generasi di seluruh dunia.

Karenanya, ia berharap kalangan generasi milenial harus rajin menimba ilmu pengetahuan dan membaca buku-buku agar bisa menjadi garda terdepan dalam menangkal dan memerangi hoax maupun ujaran kebencian yang beredar di Medsos.

â&;&;Kita harus lebih hati-hati dengan judul-judul berita yang bersifat provokatif. â&;&;Jangan mudah terpengaruh apalagi ikut menyebarkannya. Pikirkan matang-matang dampak yang ditimbulkan,â&;&; kata Hotnauli menutup. (T07/q)