Gubernur Maluku Hadiri Upacara HUT ke-75 TNI Secara Virtual

Gubernur Maluku Hadiri Upacara HUT ke-75 TNI Secara Virtual

Terbaiknews - AmbonTribun-Maluku.com : Gubernur Maluku Murad Ismail dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah...

Ambon, Tribun-Maluku.com : Gubernur Maluku Murad Ismail dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 TNI secara Virtual yang dipusatkan di Markas Besar Kodam XVI/Pattimura. di Kodam XVI/Pattimura, Senin (5/10/2020).

Turut hadir Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman, Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan, Danlantamal IX Ambon Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, Kabinda Maluku Kolonel Arm Jimmy Aritonang.

Presiden RI Joko Widodo Bertindak sebagai Inspektur Upacara secara virtual, disiarkan live di YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan HUT ke-75 TNI bukan hanya dirayakan anggota dan keluarga besar TNI tapi juga masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

Perjalanan panjang TNI sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini, menunjukkan TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya dalam sejarah panjang TNI, kontribusi TNI untuk bangsa dan negara bukan hanya melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP), tetapi juga melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dengan sigap membantu rakyat menghadapi bencana alam termasuk pandemi Covid-19.

“Atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI, para prajurit yang bertugas, juga purnawirawan yang telah mewariskan institusi dan prajurit TNI yang selalu berbakti untuk kemajuan negeri dalam dunia yang selalu berubah,” katanya.

Sebagai Panglima tertinggi TNI, Presiden menaruh harapan besar dan selalu mendukung transformasi penguatan TNI.

ADVERTISEMENT

Jokowi menjelaskan bahwa dunia berubah sangat cepat dan bergerak sangat dinamis, transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan sesuai dinamika lingkungan strategis, dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer.

Menurut presiden, sejak awal reformasi telah banyak transformasi organisasi TNI yang telah dilakukan, untuk memastikan agar TNI mendukung secara tepat dengan kebutuhan konsolidasi demokrasi.

Untuk memastikan agar TNI bisa adaptif dengan perkembangan ancaman pasca perang dingin, terutama terhadap ancaman non konvensional dan transisional.

Dijelaskan dalam lima tahun terakhir, TNI telah melakukan transformasi teknologi secara signifikan dengan melakukan pembentukan satuan-satuan organisasi yang baru.

Saat ini telah dibentuk kekuatan gabungan TNI terutama tiga komando gabungan wilayah pertahanan dan III Skuadron AU dan satuan Siber TNI. Pembentukan satuan-satuan organisasi baru ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus melakukan transformasi organisasi TNI agar TNI kokoh menjalankan perannya.

Bagi presiden, transformasi organisasi tersebut harus didukung transformasi teknologi dan para personil yang mengendalikannya. Revolusi jilid ke-4 telah menghasilkan teknologi baru yang mengagumkan termasuk teknologi militer.

Hanya melalui investasi pertahanan jangka panjang yang terencana, TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju.

Transformasi organisasi dan teknologi tersebut, harus didukung transformasi personil yang kokoh, baik dalam menghadapi tugas operasi militer untuk perang maupun untuk tugas operasi militer selain perang.

“Kita bersyukur telah tertanam kuat karakter pejuang dalam diri prajurit TNI. Karakter pejuang ini harus terus melekat dan terlembaga dalam pengabdian prajurit TNI. Karakter pejuang yang selalu siap bersinergi untuk bekerja sama bahu-membahu dengan elemen bangsa, sinergi antar Pops, Matra, instansi serta TNI/Polri,” ucap Jokowi.

Sinergi bagi Jokowi, adalah kunci membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif. Karakter pejuang yang selalu siap menjawab panggilan tugas, kapan dan dimana pun.

“Karena itu, diperlukan TNI yang profesional, terdidik dan terlatih, terus meningkatkan kemampuan agar siap memenuhi panggilan tugas,” kata Jokowi.

Dirinya berharap agar TNI meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiap-siagaan untuk menerima tugas-tugas selanjutnya.

Selain itu TNI diharapkan untuk pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, jaga terus kemanunggalan TNI dengan rakyat, jadikan sinergi sebagai kekuatan membangun negeri, membawa Indonesia menjadi negara maju

Selengkapnya

Berita dengan kategori