Longsor Susulan di Sumedang Masih Berpotensi Terjadi

Longsor Susulan di Sumedang Masih Berpotensi Terjadi

Terbaiknews - SUMEDANG- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakanlongsor...

SUMEDANG, - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan, longsor susulan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih berpotensi terjadi.

Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Agus Budianto mengatakan, potensi longsor itu masih ada disebabkan material longsoran yang masih ada di lokasi kejadian.

Sementara, lokasi tersebut secara alami memang akhirnya menjadi jalur air.

"Artinya semua aktivitas perlu dievakuasi, memperhatikan hujan, dan ini jalur air, ini bisa kebawa ke bawah (tanah longsoran)," kata Agus di lokasi longsor seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/1/2021).

Cerita Kapolres Sumedang, Lolos dari Longsor Susulan berkat Kokohnya Masjid, Aksinya Pecahkan Jendela Selamatkan 4 Nyawa

Agus mengingatkan kepada masyarakat di sekitar lokasi longsor agar meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih lagi di saat hujan, air yang mengalir di longsoran tersebut bakal tertahan, sehingga berpotensi menimbulkan kembali gerakan tanah.

Selain itu, menurut dia, peristiwa serupa juga berpotensi terjadi di wilayah lainnya seperti pemukiman yang terletak pada lahan miring.

Sebab, menurut Agus, hujan diprediksi akan terus turun hingga Mei 2021 mendatang.

"Nanti ini bisa terjadi di wilayah dengan pola yang sama, apalagi dengan kontur seperti itu," kata Agus.

Cerita Riswan, 8 Keluarganya Tertimbun Longsor Susulan di Sumedang Saat Siapkan Resepsi Pernikahan

Hingga Minggu, tim SAR mencatat ada sebanyak 25 orang yang selamat dari kejadian itu.

Sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri. Kemudian 3 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Sedangkan 13 orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dua di antara korban meninggal itu adalah aparat dari TNI serta petugas BPBD Sumedang.