Disnaker imbau buruh tak mogok terlalu lama di tengah pandemi

Disnaker imbau buruh tak mogok terlalu lama di tengah pandemi

Terbaiknews - Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mengimbau buruh tidak melakukan mogok...

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mengimbau buruh tidak melakukan mogok kerja terlalu lama pada aksi yang digelar serikat pekerja sebagai penolakan atas RUU Cipta Kerja pada 6-8 Oktober 2020.

"Kita tetap menghormati keinginan para buruh untuk menyuarakan pendapatnya tentang penolakan akan RUU Cipta Kerja yang bakal disahkan pada 8 Oktober 2020," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Lukmansyah, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, diharapkan rencana mogok nasional dilakukan dalam jangka waktu yang singkat karena di tengah pandemi COVID-19.

"Kita tetap menghormati suara dari buruh sebab mogok kerja pun diatur dalam Undang-Undang Nomor13 tahun 2003,namun diharapkan jangan terlalu lama sebab saat ini sedang ada pandemi COVID-19," katanya.

Ia menjelaskan, di tengah berlangsungnya pandemi COVID-19 dan sulitnya perekonomian, buruh diharapkan dapat menyuarakan pendapat mereka dengan lebih bijaksana.

"Kami terus melakukan komunikasi dengan serikat buruh, di rencanakan besok ada 65.803 buruh yang ikut serta dalam kegiatan, diharapkan kegiatan mogok kerja hanya berlangsung 1 jam jangan sampai berhari-hari, sebab situasi kita di tengah pandemi COVID-19," ucapnya.

Adapun ketentuan mogok kerja memang diatur dalam pasal 137 UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Tercatat, mogok kerja adalah hak dasar bagi pekerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai sebagai akibat dari gagalnya perundingan.

Ketentuan soal mogok kerja lebih lanjut dibahas dalam KepmenakertransNo23/2003 Pasal 3 yang mencatat jika mogok kerja dilakukan bukan akibat gagalnya perundingan, maka mogok kerja tersebut bisa disebut tidak sah.

Berita dengan kategori