Konversi Bahan Bakar Pompa Air dari Bensin ke Gas, Petani Garut Selatan Lebih Irit Saat Mengairi Sawah

Konversi Bahan Bakar Pompa Air dari Bensin ke Gas, Petani Garut Selatan Lebih Irit Saat Mengairi Sawah

Terbaiknews - GARUT- Ratusan petani di wilayah Garut Selatanmendapatkan bantuan pompa air berbahan bakar gas....

GARUT, - Ratusan petani di wilayah Garut Selatan, mendapatkan bantuan pompa air berbahan bakar gas. Pompa air tersebut, akan digunakan petani untuk memompa air dari sungai ke lahan-lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga mengungkapkan, ada 300 unit mesin pompa air berbahan bakar gas bantuan dari Kementerian ESDM yang dibagikan kepada para petani.

Bahan bakar gas untuk pompa air ini, menurut Beni bisa menggunakan tabung gas 3 kilogram. Sebelumnya, mesin pompa air biasanya menggunakan bahan bakar bensin.

"Biasanya kan berbahan bakar bensin, sekarang konversi ke gas," jelas Beni, Selasa (27/10/2020) di ruang kantor Dinas Pertanian Kabupaten Garut usai serah terima bantuan secara simbolis.

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Bantuan pompa air berbahan bakar gas ini, menurut Beni difasilitasi oleh anggota DPR-RI Doni Maryadi Oekon yang melihat adanya masalah pengairan lahan-lahan pertanian di wilayah selatan Garut yang kebanyakan tadah hujan.

Doni saat itu menurut Beni memberikan solusi untuk membantu petani dengan menyediakan pompa air berbahan bakar gas yang tentunya biaya bahan bakarnya bisa lebih irit.

"Jadi kita ajukan bantuan ke kementerian ESDM lewat Pak Doni, Alhamdulillah sangat membantu petani," katanya.

Beni menuturkan, penggunaan pompa air di lahan-lahan pertanian tadah hujan di Garut Selatan, biasanya dilakukan saat musim kemarau. Pompa akan menyedot air dari sungai selama 8 hingga 10 jam per hari untuk mengairi lahan pertanian.

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Dengan lama penggunaan itu, dalam satu hari biaya yang dikeluarkan petani untuk membeli bahan bakar mencapai Rp 80 hingga Rp 100 ribu. Sementara, dengan menggunakan gas, dari hasil ujicoba yang telah dilakukan, cukup satu tabung gas 3 kilogram mesin pompa bisa bekerja selama 8 hingga10 jam.

"Jadi sangat menguntungkan petani, jadi biayanya bisa lebih efisien,"katanya.

Beni melihat, Doni Maryadi Oekon sebagai anggota DPR-RI telah bisa membantu petani dalam mengatasi kesulitan air dengan biaya yang cukup murah dan terjangkau bagi petani.

"Kita patut berterimakasih, ini jadi solusi yang komprehensif, masalah air teratasi dengan biaya yang murah serta ramah lingkungan," katanya.