Klaster Keluarga Masih Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19 di Jateng

Klaster Keluarga Masih Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19 di Jateng

Terbaiknews - SEMARANG- Klaster keluarga masih tercatat menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Jawa...

SEMARANG, - Klaster keluarga masih tercatat menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Jawa Tengah hingga mencapai 70 persen.

Namun, angka kasus Covid-19 dari klaster keluarga tersebut cenderung menurun bila dibandingkan sebelumnya hampir mencapai 90 persen.

"Masih (klaster keluarga) cuma sekarang agak mulai menurun ya. Dulu sampai 90 persen, sekarang 70 persen saja," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo di kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (1/2/2021).

Kendati demikian, Yulianto tidak mengetahui secara pasti dari mana sumber penularan kasus Covid-19 di lingkungan rumah tangga tersebut terjadi.

Ganjar Akui PPKM di Jateng Belum Sesuai Harapan, tapi RS Belum Terisi Banyak

Namun, penularan tersebut bisa dimungkinkan terjadi saat beraktivitas di luar rumah dengan tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Tapi yang jelas ada salah satu anggota keluarga yang keluar dan mendapatkan itu (Covid-19) dan membawa ke rumah. Jadi kalau ada 70 persen mungkin ada sekitar 20 atau 30 persen yang tertular di luar rumah, tapi ketika di rumah jadi sumber penularan. Mungkin di satu keluarga cuma satu orang saja yang suka keluar," jelasnya

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menerapkan aturan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan makan makanan bergizi.

"Selain itu kita minta kalau ada yang tertular (Covid-19) lebih baik isolasi terpusat, kita hindari isolasi mandiri di rumah. Kecuali kalau syarat-syarat fasilitasnya terpenuhi di rumah," ujarnya.

Usulkan Jateng di Rumah Saja, Ganjar: Saya Ingin Melihat Jawa Tengah Sepi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada kepala daerah di kabupaten/kota untuk kembali mengaktifkan hotel sebagai tempat karantina pasien Covid-19.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Kalau ada yang positif lebih baik dibawa ke isolasi terpusat karena fasilitasnya lebih baik. Maka saya minta kabupaten/kota mengaktifkan kembali hotel. Kenapa kita mikirnya hotel karena pasti tempatnya lebih menarik, kalau isolasinya terpusat mohon maaf kaya di gor dikotak-kotak tempatnya seperti itu pasti enggak nyaman. Makanya pada pilih di rumah. Sehingga itu bisa kita cegah," katanya.

Berdasarkan data dari corona.jatengprov.go.id pada Senin (1/2/2021) ada 126.820 kasus orang terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Tengah.

Rinciannya, 107.329 orang dinyatakan sembuh, 8.051 lainnya meninggal dunia dan 11.440 orang masih dirawat.