Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Terbaiknews - INDRALAYA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan IlirSumatera Selatanmemastikan bahwa pihaknya...

INDRALAYA, - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memastikan bahwa pihaknya belum menerima putusan apapun dari Mahkamah Agung (MA), terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Sebelumnya, pasangan calon bupati petahana Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama, mengajukan gugatan kepada MA.

Pasangan tersebut menggugat KPU yang menjatuhkan sanksi berupa diskualifikasi terhadap mereka.

KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Calon Bupati Petahana Ilyas-Endang

Namun, beredar kabar bahwa gugatan tersebut dikabulkan, sehingga pasangan Ilyas-Endang dapat kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati.

"Kami sengaja mengundang rekan rekan wartawan, karena saat ini beredar informasi yang sesat dan menyesatkan dari sumber yang tidak jelas. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong tersebut, apalagi ada yang tendensius dan menyudutkan, termasuk mengenai berita hasil keputusan MA yang sebenarnya belum ada," ujar kuasa hukum KPU Ogan Ilir Mualimin dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2020).

Gugatan dianggap keliru

Mualimin juga menyatakan bahwa gugatan pasangan Ilyas-Endang ke MA adalah hal yang keliru.

Menurut Mualimin, gugatan ke MA seharusnya yang terkait keputusan KPU yang dikeluarkan karena menindaklanjuti putusan terkait politik uang dan pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif.

"Sementara keputusan yang kami keluarkan (terkait Ilyas-Endang) berdasarkan rekomendasi Bawaslu dan Bawaslu menyatakan terbukti keputusan bersalahnya itu bukan karena pelanggaran politik uang, tetapi penggunaan kewenangan," kata Mualimin.

KPU Ogan Ilir: Paslon Ilyas-Endang Bukan Lagi Peserta Pilkada, Tidak Boleh Kampanye

Mualimin juga mempertimbangkan untuk melaporkan akun-akun media sosial yang menyebarkan berita bohong tentang keputusan MA terkait gugatan pasangan calon di Ogan Ilir.