Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Terbaiknews - LAMPUNG– Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan KPU Kota Bandar Lampung atas pembatalan...

LAMPUNG, – Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan KPU Kota Bandar Lampung atas pembatalan pasangan calon (paslon) peraih suara terbanyak di pilkada setempat, Eva Dwiana – Deddy Amarullah.

Paslon nomor 03 tersebut dibatalkan oleh KPU Kota Bandar Lampung sebagai peserta pemilihan umum (pemilu) setelah Bawaslu Lampung memutus paslon tersebut melakukan pelanggaran TSM (terstruktur, sistematis, masif).

Dalam Putusan MA nomor 1 P/PAP/2021 tanggal 22 Januari 2021 yang diunggah di Direktori Putusan Mahkamah Agung pada Rabu (27/1/2021) sore, majelis hakim menyatakan, Mengabulkan permohonan Pemohon Hj. Eva Dwiana, S.E. dan Drs. Deddy Amarullah, untuk seluruhnya.

Usai Pembatalan Paslon Suara Terbanyak, Polisi Jaga Ketat Kantor KPU Bandar Lampung

Kemudian, membatalkan keputusan KPU Kota Bandar Lampung Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021, tanggal 8 Januari 2021, tentang Pembatalan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2020, atas nama Pasangan Hj. Eva Dwiana, S.E. dan Drs. Deddy Amarullah.

Majelis hakim yang terdiri dari Supandi (hakim ketua), Sudayono dan Hary Djatmiko (hakim anggota) itu juga memerintahkan Termohon untuk mencabut Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021, tanggal 8 Januari 2021 tersebut.

Majelis hakim pun memerintahkan agar KPU Kota Bandar Lampung menerbitkan keputusan baru yang menyatakan paslon nomor 03 itu tetap sebagai peserta pemilukada.

Ikuti Putusan Bawaslu, KPU Bandar Lampung Batalkan Pemenang Pilkada Sebagai Peserta

Terkait putusan MA ini, Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Dedi Triyadi mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan atau surat resmi dari panitera TUN MA.

“Kami belum menerima pemberitahuan atau surat resmi dari panitera TUM MA terkait putusan gugatan sengketa yang diajukan oleh tim hukum pasangan no 3,” kata Dedi melalui pesan singkat, Rabu (27/1/2021).