ODP di Kalsel capai 1.017 orang

ODP di Kalsel capai 1.017 orang

Terbaiknews - Banjarmasin (ANTARA) - Gugus Tugas PencegahanPengendaliandan Penaganan virus Corona (COVID-19)...

Banjarmasin (ANTARA) - Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penaganan virus Corona (COVID-19) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, jumlah warga yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait merebaknya COVID-19 tersebut terus bertambah, hingga Sabtu (28 Maret) pukul 10.00 Wita menjadi 1.017 orang.
Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Jumat (27 Maret) pukul 16.00 Wita sebanyak lima orang, namun pada Sabtu hingga pukul 10.00 Wita bertambah lima orang atau naik 100 persen menjadi 10 orang.
Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan virus Corona (COVID-19) Kalsel Wahyuddin, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan perkembangan kondisi terakhir terkait Virus Corona melalui http://corona.kalselprov.go.id/
Jumlah pasien dalam pengawasan pada Sabtu pukul 10.00 Wita tersebut berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak empat orang, Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah, masing-masing satu orang, sedangkan Banjar tiga orang.
Sedangkan pasien terkonfirmasi masih tetap satu orang, dan kini masih dirawat dalam ruang isolasi Rumah Sakit Umum Ulin Daerah Banjarmasin.
Sementara itu, jumlah ODP terbanyak terdapat di Kota Banjarmasin berkurang menjadi 83 orang, Kabupaten Barito Kuala 64 orang, Tabalong berkurang dua jadi 165 orang, Tanah Laut 22 orang, Kotabaru bertambah delapan jadi 100 orang, dan Tanah Bumbu 23 orang.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan 76 orang, Hulu Sungai Tengah 129 orang, Hulu Sungai Utara 24 orang, Balangan 65 orang, Banjar bertambah 15 orang jadi 111 orang, Kota Banjarbaru 142 orang dan Tapin tambah lima orang jadi 13 orang.
Wahyuddin yang juga Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, dengan didampingi Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penaganan virus Corona (COVID-19) M Muslim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu mengemukakan, pihaknya selalu melaporkan perkembangan terkait COVID-19 secara periodik. ***3***