Danlanud Sjamsudin Noor kawal kedatangan tujuh mahasiswa Kalsel

Danlanud Sjamsudin Noor kawal kedatangan tujuh mahasiswa Kalsel

Terbaiknews - Banjarbaru (ANTARA) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin...

Banjarbaru (ANTARA) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin Kolonel Pnb M Taufiq Arasj mengawal langsung kedatangan tujuh mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau.
"Keberadaan kami di sini menyatakan bahwa mereka sehat, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal virus corona," terang Danlanud di Banjarbaru, Minggu.
Diungkapkan dia, seluruh proses karantina di Natuna berlangsung lancar dan sangat baik, hingga 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Cina dinyatakan sehat, termasuk delapan mahasiswa asal Kalimantan Selatan.
"Satu orang pulang ke Surabaya karena memang aslinya dari Jawa Timur. Sehingga hanya tujuh orang yang memang asli orang Banjar kembali ke sini," tuturnya.
Danlanud pun ingin meyakinkan mahasiswa benar-benar bertemu dengan keluarganya sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
"Kami ucapkan selamat kepada adik-adik mahasiswa atas kembalinya ke kampung halaman. Nikmati dulu masa libur sementara ini sembari menunggu kabar dari Cina," tandas alumnus Akademi Angkatan Udara Lulus Tahun 1995 itu.

Danlanud Sjamsudin Noor kawal kedatangan tujuh mahasiswa Kalsel
Tak hanya Danlanud yang hadir, sang istri Yumi Rosalinda Taufiq Arasj juga nampak antusias menyambut kedatangan mahasiswa.
Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 11/D.II Lanud Sjamsudin Noor itu didampingi sejumlah pengurus turut memberikan ucapan selamat sekaligus pesan agar mahasiswa tetap semangat untuk nantinya bisa menyelesaikan pendidikan di negeri Tiongkok.
Ketujuh mahasiswa yang kembali ke Kalsel itu terdiri dari enam orang berasal dari Kabupaten Tabalong yaituDhiki Purnama Abdi, Felisia Martha,Munika Candra Kartina, Nadia Ramadanissa Saubari, Risda Astuti dan Septria Niken Pratiwi. Sedangkan satu orang atas nama Muhammad Lutfhi Madani berasal dari Kota Banjarmasin.
Mereka kuliah di dua universitas terkemuka di Provinsi Hubei, Cina yaituHubei University of Science and Technology dan Hubei Polytechnic University.