Banjarmasin miliki ikon baru wisata kuliner berupa restoran terapung

Banjarmasin miliki ikon baru wisata kuliner berupa restoran terapung

Terbaiknews - Banjarmasin (ANTARA) - Pariwisata sungai Martapura di Banjarmasin terus dikembangkansalah satunya...

Banjarmasin (ANTARA) - Pariwisata sungai Martapura di Banjarmasin terus dikembangkan, salah satunya yang menjadi ikon baru wisata kuliner berupa restoran terapung yang berada di siring Martadinata di depan Balaikota Banjarmasin.
Restoran terapung yang dimiliki gabungan 21 koperasi di Kota Banjarmasin tersebut diresmikan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Senin.
Ibnu Sina menyatakan apresiasinya atas terwujudnya restoran terapung yang megah di sungai Banjarmasin ini, apalagi dibentuk para koperasi.
"Ini mimpi yang jadi nyata, saksi sejarah dibangunnya dengan kebersamaan koperasi di kota ini," ujarnya.
Ibnu Sina menyatakan juga, keberadaan restoran terapung ini menjadi kado spesial bagi Hari Jadi (Harjad) ke-494 Kota Banjarmasin yang jatuh pada 24 September ini.

Banjarmasin miliki ikon baru wisata kuliner berupa restoran terapung
Peresmian restoran terapung Kota Banjarmasin.(Antaranews Kalsel/Sukarli)

"Moga ini jadi ikon baru wisata di Banjarmasin, apalagi restoran terapung ini menyuguhkan kuliner khas Banjar," tuturnya.
Dikatakan dia, restoran ini tentunya sangat menarik dikunjungi, sebab ada sensasinya makan di atas sungai.
"Apalagi ada khasnya di sini, dengar musik tidak terkira dari suara kelotok dan ada goyangannya, karena restoran ini di atas kapal tongkang," tuturnya.
Dia yakin, restoran ini akan bisa sukses, apalagi pemilik restoran ini sebanyak 21 koperasi yang anggotanya lebih 5.000 orang.
"Kami dari pemerintah kota selalu mendukung upaya Wira Usaha Baru (WUB) dan koperasi yang terus eksis, termasuk restoran terapung ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Restoran Terapung Banjarmasin Sumarno mengatakan, pembangunan restoran ini penuh dengan perjuangan dari koperasi gabungan.
Sebab, kata dia, pembangunan restoran terapung ini membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni, sekitar Rp1,2 miliar.
"Karenanya pembangunan restoran ini selesai 2 tahun, ini berkat juga banyak dukungan semua pihak," tuturnya.
Sumarno menyatakan, untuk mendapatkan kapal tongkang ini saja, pihaknya mendapat harga yang sangat murah dari PT Basirih Industri.
"Tentunya kometmen kita hanya untuk restoran, dan komitmennya lagi tidak semata-mata keuntungan, tapi mendukung pariwisata," pungkasnya.