Pemprov Kalbar gandeng perusahaan perkebunan perbaiki infrastruktur

Pemprov Kalbar gandeng perusahaan perkebunan perbaiki infrastruktur

Terbaiknews - Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalbar menggandeng perusahaan perkebunan sawit untuk sama -...

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalbar menggandeng perusahaan perkebunan sawit untuk sama - sama memelihara dan merawat jalan di ruas jalan provinsi yang ada di kabupaten.
"Pemeliharaan dan perawatan jalan yang mulai dilakukan oleh perusahaan sawit juga buah dari pertemuan yang dilakukan baru - baru ini di Balai Petiti Kantor Gubernur Kalbar," ujar Kepala Dinas Perkebuan Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak, Kamis
Hero menjelaskan bahwa kolaborasi yang didukung perusahaan sawit tersebut untuk mendukung percepatan infrastruktur yang lebih baik untuk masyarakat.
"Kolaborasi yang ada, selain juga termasuk juga optimalisasi CSR yang lebih terarah pada indeks desa membangun di desa - desa sekitar perkebunan. Tujuan akhir tidak lain adalah agar masyarakat sejahtera, perusahaan maju, dan pemerintah berdaya," kata dia.
Terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit saat ini menurutnya mulai mengalami tren kenaikan. Ia menyebutkan berdasarkan hasil Penetapan Indeks K September 2020 dan Harga TBS Kelapa Sawit Periode I September 2020 , harga TBS kelapa sawit umur 10 - 20 tahun Rp1.873,17 per kilogram atau naik Rp 21,61 dari periode II Agustus 2020.
Kemudian, untuk harga Inti Sawit/PK Rp4.267,16 per kilogram atau naik Rp.120,75 dari periode II Agustus 2020.
"Hanya harga CPO alami penurunan dan harganya Rp8.670,51 atau turun Rp144,17 dari periode II Agustus 2020," kata dia.
Ia menjelaskan bahwa ada pun tren kenaikan harga ada dipengaruhi beberapa faktor. Faktor tersebut di antaranya penjualan ke negara - negara pembeli sudah mulai lancar karena kondisi wabah COVID -19 semakin membaik.
"Kenaikan harga juga faktor bahan baku TBS kelapa sawit yang saat ini terbatas. Hal tersebut disebabkan produksi sedang pada masa turun. Mulai Oktober 2020 baru akan terjadi peningkatan produksi TBS sawit atau panen raya," katanya.
Selanjutnya, faktor harga naik karena gencarnya penggunaan biodiesel dalam negeri.
"Kebijakan pemerintah ke arah energi terbarukan untuk pemanfaatan hasil sawit sebagai B100 (bio fuel) D100 (diesel) dan J100 (avtur) ikut mendorong tren positif harga produk sawit," jelas dia.
Tuntut infrastruktur, warga Ketungau ancam golput
Baca juga: Bupati Karolin inventarisasi infrastruktur yang mendesak di Landak
Baca juga: Kayong Utara koordinasikan dengan Pemrov Kalbar kondisi jalan provinsi rusak