Gubernur Kalbar bersyukur 10 daerah keluar dari zona oranye

Gubernur Kalbar bersyukur 10 daerah keluar dari zona oranye

Terbaiknews - Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta tiga kabupaten yang saat ini masih...

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta tiga kabupaten yang saat ini masih berada dalam zona hijau (tidak ada kasus) COVID-19 bisa mempertahankan status zona aman dengan terus mengirimkan sampel usap untuk diuji di laboratorium.
"Alhamdulillah saat ini Pontianak sudah keluar dari zone oranye (risiko sedang), namun masih ada satu daerah, yaitu Singkawang, yang masih oranye. Saya harap daerah yang hijau, yakniSekadau, Sanggau dan Kayong Utara, bisa pertahankan zone hijau, dan tetap kirim swab," kata Sutarmidji melalui akun media sosialnya yang dipantau di Pontianak, Selasa.
Dari 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar, sebayak 10 daerah berada dalam zona kuning (resiko rendah), yaitu Kabupaten Ketapang, Bengkayang, Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Kubu Raya, Sintang dan Kota Pontianak.
Sementara untuk Kabupaten Sanggau, Kayong Utara dan Sekadau masih berada di zona hijau dan Kota Singkawang berada di zona oranye.
Sutarmidji juga bersyukur, meski berada di tengah ancaman resesi ekonomi dunia dan Indonesia akibat pandemi COVID-19, namun Kalbar mssih bisa bertahan.
"Ekspor kita masih surplus 36,7 juta dolar dengan perkiraan ekonomi tumbuh positif. Aktivitas ekonomi akan berjalan baik jika kita menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin," tuturnya.
Berdasarkan data COVID-19 dari Dinkes Kalbar, sampai tanggal 5 Oktober 2020, angka kasus konfirmasi COVID-19 di daerah itu mencapai 1044 orang. Dari angka tersebut sebanyak 169 orang masih terkonformasipositif dan diisolasi. Sementara 866 orang dinyatakan sembuh dan sembilan orang meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan KalbarHarisson mengatakan sampai saat ini kasus COVID-19 di Kalbar masih akan terus bertambah, menyusul aktivitas tes usap yang terus dilakukan oleh pihaknya. Karena, kata Harisson, dengan semakin banyaknya tes usap dan sampel yang dikirim oleh pemda, maka angka kasus konfirmasi akan semakin banyak.
"Namun, dengan terus kita melakukan tes usap, maka kamibisa mengetahui berapa banyak masyarakat yang terkonfirmasi, sehingga kamibisa melakukan upaya pencegahan dan meminimalisir masyarakat yang terdampak," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya selalu mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.
"Jangan kasih kendor untuk penerapan protokol kesehatan, karena saat ini upaya itu yang bisa kita lakukan untuk menghindari terpapar dari virus ini," katanya.

Berita dengan kategori