Jumlah Pasien Corona Meningkat, RSUD Soedarso Siapkan Ruang Tambahan

Jumlah Pasien Corona Meningkat, RSUD Soedarso Siapkan Ruang Tambahan

Terbaiknews - PONTIANAK– Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakansaat ini terjadi...

PONTIANAK, – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan, saat ini terjadi peningkatan kasus konfirmasi virus corona atau Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Bahkan, gedung isolasi terpadu lantai 1, 2 dan 3 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak sudah terisi penuh.

Begitu juga di ruangan isolasi yang memiliki fasilitas peralatan non-invasive ventilator dan alat ventilator yang hampir penuh.

Wakil Bupati Kayong Utara Kalbar Positif Covid-19, Masuk Klaster MTQ Sekadau

“Saat ini RSUD Soedarso sedang menyiapkan beberapa ruangan tambahan dan alat ventilator tambahan untuk merawat pasien Covid-19,” kata Harisson dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Harisson menerangkan, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan kasus-kasus dengan gejala sedang sampai berat, di mana pasien memerlukan alat bantu pernapasan untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru, yaitu non-invasive ventilator maupun ventilator.

“Soedarso sudah menambah 5 ventilator untuk merawat pasien Covid-19. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan ruangan isolasi, Soedarso akan menambah kapasitas ruangan untuk pasien yang dirawat dengan kasus Covid-19,” kata Harisson.

Kalbar Catatkan 80 Kasus Baru Virus Corona, Terbanyak Dalam Satu Hari, Total 1.216 Kasus

Ia mengimbau masyarakat untuk segera sadar dan terus waspada bahwa saat ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat.

Tak jarang kasus yang menjadi fatal atau menyebabkan kematian.

Menurut dia, kasus berat dan bahkan fatal adalah kasus yang terjadi pada pasien dengan komorbid seperti penyakit diabetes atau kencing manis, penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi yang tidak terkontrol, serta asma.

“Penyakit komorbid ini berisiko dan dapat menyebabkan kematian pada pasien yang tertular Covid-19. Bisa menjadi fatal dan dapat menyebabkan kematian,” kata Harisson.