Jerit Warga Perbatasan, Hidup Makin Sulit Sejak Malaysia Lockdown

Jerit Warga Perbatasan, Hidup Makin Sulit Sejak Malaysia Lockdown

Terbaiknews - NUNUKANKOMPAS.com– Hidup di Dataran Tinggi KrayanKabupaten NunukanKalimantan Utarajauh...

NUNUKAN, KOMPAS.com– Hidup di Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, jauh dari kata mudah.

Selain letaknya yang terisolasi di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, harga barang untuk kebutuhan hidup juga tinggi.

Keadaan itu semakin parah saat wabah virus corona merebak. Warga Krayan yang semula tergantung dengan barang dari Malaysia, kini kesulitan karena Negeri Jiran menerapkan kebijakan lockdown.

Sempat Berangsur Normal dari Virus Corona, Kini Malaysia PSBB Lagi

Sejak Malaysia mempersulit akses keluar masuk orang ke negaranya, harga sejumlah barang di Krayan mulai melambung.

Semisal gula pasir yang biasanya dijual seharga Rp 13.000 per kilogram, kini dijual Rp 45.000 per kilogram.

"Demikian juga dengan kebutuhan pokok lain, rata-rata naik beberapa kali lipat," kata Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Dayak Lundayeh, Gat Khaleb, saat dihubungi Kompas.com. Sabtu (17/10/2020).

Gat, tokoh adat di Krayan, menyebut barang yang harga paling meroket setelah Malaysia lockdown adalah semen.

Di Krayan, satu sak semen dalam keadaan normal dijual seharga Rp 300.000. Kini, penjual baru mau melepas satu sak semen jika diberi uang Rp 1,5 juta.

Lakukan Patroli di Perbatasan Malaysia, Satgas Pamtas di Nunukan Sebut Ada 173 Batas Negara Hilang

Padahal, di Jawa dan Sumatera, harga satu sak semen tidak sampai Rp 100.000.

"Sudah macam Puncak Jaya harga material, paku saja susah dapatnya, makanya tidak ada warga yang bangun rumah sekarang," sebut Gat.