Gerakkan kembali perekonomian, Pemkot Semarang bersama alumnus FIB Undip

Gerakkan kembali perekonomian, Pemkot Semarang bersama alumnus FIB Undip "bersih-bersih" Kota Lama

Terbaiknews - Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang bersama Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya...

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang bersama Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro melaksanakan "bersih-bersih" kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu, sebagai upaya menggerakkan kembali roda perekonomian sektor pariwisata dalam adaptasi kebiasaan baru di tengah COVID-19.
Kegiatan yang dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni FIB Undip Semarang Agustina Wilujeng tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) untuk mendorong kembali bergairahnya objek-objek wisata.
Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan Ibu Kota Jawa Tengah itu sebagai kota perdagangan dan jasa mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak roda perekonomian.
Ganjar: Pengelola wisata harus kantongi izin dulu sebelum buka kembali
"Selama beberapa bulan terakhir ini berbagai sektor di pariwisata ini terpuruk," katanya.
Pemkot Semarang, lanjut dia, siap mendukung program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memberdayakan para pelaku wisata melalui kegiatan padat karya untuk kembali membangkitkan sektor ini.
Menurut dia, aspek ekonomi dan kesehatan harus berjalan bersama dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni FIB Undip Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kegiatan itu sekaligus bagian dari promosi kepada masyarakat tentang sektor pariwisata yang aman dengan menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR itu, masih ada masyarakat yang takut untuk keluar rumah akibat rasa khawatir terhadap pandemi ini.
"Bersama alumnus FIB, kami ingin menyuarakan bahwa kita bisa keluar rumah, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya.
Jumlah objek wisata di Kudus yang dibuka terus bertambah
Baca juga: Surakarta bangun proyek wisata senilai Rp50 miliar

Berita dengan kategori