Pengamat : Komcad Tak Bakal Jadi Tentara Bayaran

Pengamat : Komcad Tak Bakal Jadi Tentara Bayaran

Terbaiknews - Penulis : Bambang Subagio || Editor : M Asrori SINFOJAMBI.COM – Pengamat militerSusaningtyas...

Penulis : Bambang Subagio || Editor : M Asrori S

Pengamat : Komcad Tak Bakal Jadi Tentara Bayaran

INFOJAMBI.COM – Pengamat militer, Susaningtyas “Nuning” Nefo Handayani Kertopati, menjelaskan keberadaan Komponen Cadangan (Komcad), selain bertujuan untuk memperkuat TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam mengantisipasi potensi ancaman eksternal.

Menurut Nuning keberadaan Komcad itu, sekaligus bagian dari upaya strategi penangkalan (deterrence strategy), juga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menangani pandemi Covid-19.

Penegasan Nuning itu disampaikan, setelah Presiden Joko Widodo, menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021, tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara yang juga membahas Komcad.

Namun untuk saat ini, patut dipertimbangkan pembentukan Komcad di tahun 2021 untuk lebih tangguh menangani Covid-19.

“Komcad dapat dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah menangani korban Covid-19,” ujar Nuning, di Jakarta, Sabtu (22/01/2021).

Ditegaskan Nuning, pembentukan Komcad di Indonesia sudah diselenggarakan pemerintah masa sebelumnya, dalam bentuk Pertahanan Sipil (Hansip), juga Keamanan Rakyat (Kamra), sejalan dengan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang sekarang masih bertugas dilingkungan Pemda.

“Pembentukan Komcad juga bisa ditujukan untuk meredam berbagai aksi radikalisme yang mungkin terjadi,” katanya.
bagi
Nuning mengakui ada sejumlah pihak khawatir soal keberadaan Komcad, akan menimbulkan dinamika sosial baru, yang justru akan mengganggu stabilitas keamanan. Nuning tak menampik kekhawatiran berbagai pihak itu, karena belum memahami sepenuhnya aturan yang berlaku.

“Komcad tidak akan menjadi tentara bayaran, karena Komcad dibiayai sepenuhnya dengan APBN dan tunduk pada disiplin TNI. Komcad akan ditempa memiliki disiplin tinggi standar TNI, untuk selalu membantu semua lapisan masyarakat,” ujar anggota Komisi I DPR 2014-2019 tersebut.

Guna menghindari hal yang berdampak negatif atas pembentukan Komcad ini, Nuning menegaskan, harus ada test psikologi dalam rekruitmen Komcad.

“Tidak boleh merekrut pihak berkepribadian preman atau hal lain yang menyimpang. Terpenting hindari perekrutan pihak atau kelompok yang pernah terlibat organisasi radikal/intoleran,” katanya.

Nuning menjelaskan, Komcad juga ditujukan untuk menyerap para lulusan S1, S2 dan S3 untuk bisa berkarir di lingkungan TNI.

Kesempatan bagi alumni Universitas Pertahanan dan Universitas lain yang memiliki Prodi terkait ketahanan nasional, bisa mendaftar sebagai perwira TNI baik sebagai Komponen Cadangan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Menurutnya, banyak negara yang membentuk Komcad secara permanen dan sebagian lainnya menjadikannya program pengganti wajib militer yang diyakini biaya operasionalnya lebih murah.

“Seperti di Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa, disebut Garda Nasional. Bahkan di Iran, Irak dan negara-negara Timur Tengah, Komcad disebut Garda Republik karena juga mengemban sebagian tugas melindungi warga negaranya,” katanya.***