Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Terbaiknews - JAMBIKOMPAS.com - Banyak yang menilai orang rimba kurang ilmu pengetahuan. NamunGentar (35)...


JAMBI, KOMPAS.com - Banyak yang menilai orang rimba kurang ilmu pengetahuan.

Namun, Gentar (35) orang rimba asli dari Kelompok Ngadap di Jambi membantah stigma itu.

Kini dia menjadi guru bagi anak-anak rimba.

Gentar telah tiga tahun menjadi guru, mengajar anak-anak ilmu membaca, menulis, dan berhitung.

Menanti Nasib Pengangkatan 34.000 Guru Honorer yang Lulus PPPK 2019...

Lelaki yang akrab disapa Bepak Beganggum ini mengajar puluhan anak-anak.

Tantangan bagi Gentar adalah mengajar di tengah pandemi.

Orang rimba atau suku anak dalam masih setia menerapkan tradisi besesandingon.

Itu adalah sebuah tradisi menghindari wabah penyakit menular dengan menjauhi orang asing yang masuk ke pedalaman hutan dan menghindari tempat yang rendah.

Gentar tetap mengajar dengan berkeliling di daerah Makekal Ilir, di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Hari Guru Nasional: Mengenang Sosok Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru

Lokasi mengajar Gentar hanya sepelemparan batu dari pondoknya yang beratap daun cikai, sejenis rumbia yang memliki bentuk lebih lebar. Pondoknya hanya berlantai terpal.

Selama pandemi, kegiatan belajar berupaya menerapkan protokol kesehatan.

"Bejarak-bejarak duduknyo (jaga jarak duduknya),” kata Gentar saat mengajar pada Selasa (24/11/2020).

Meski demikian, menjaga jarak bukan hal yang mudah dipahami oleh para murid.

Kelas sudah dibuka sejak pagi.

Gentar pun mengajar dengan mengecek kemampuan anak didiknya yang sudah berusia belasan tahun, Magar (18), Baasu (15), Begompa (15), Ngarong (13), dan Meranti (12).

Tiga murid lainnya masih sangat muda, Mbrusik satu-satunya perempuan (7). Ada juga Nguris (4) dan Ngelatai (5).

“Coba mika tuliy (coba kalian tulis) pagi ini kita belajar menulis huruf-huruf,” kata Gentar.