Gerakan

Gerakan "Jateng di Rumah Saja", Penumpang KA dari Jawa Tengah ke Yogyakarta Menurun

Terbaiknews - YOGYAKARTA- Gubernur Jawa Tengah mengusulkan gerakan "Jateng di Rumah Saja" bagi warganya pada...

YOGYAKARTA, - Gubernur Jawa Tengah mengusulkan gerakan "Jateng di Rumah Saja" bagi warganya pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021.

Hal tersebut nampaknya mempengaruhi jumlah penumpang kereta api dari Jawa Yengah menuju Yogyakarta.

Manajer KAI DAOP 6 Yogyakarta, Supriyanto mengatakan data yang masuk hingga Rabu (3/2/2021), penumpang mengalami penurunan jika dibanding pada tanggal 1 dan 2 Februari lalu.

“Hingga hari ini penumpang dari Jawa Tengah menuju Yogyakarta pada tanggal 6 sebanyak 510 penumpang, kemudian pada tanggal 7 penumpang sebanyak 784,” kata Supriyanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/2/2021).

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Batang Masih Pikir-pikir

Kemudian, lanjutnya, sebagai pembanding pada tanggal 1 Februari penumpang dari Jawa Tengah tercatat sebanyak 2.889 penumpang lalu pada 2 Januari 2021 turun menjadi 2.573.

Dia menyampaikan untuk sekarang syarat untuk naik kereta api masih sama. Penumpang wajib dalam kondisi sehat.

“Penumpang wajib sehat tidak flu, batuk, pilek, demam diare,” kata dia.

Selain itu, penumpang juga wajib menerapkan protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker dan juga suhu tubuhnya di bawah 37,3 derajat celcius.

“Untuk aturan di dalam kereta penumpang kereta dilarang berbicara dan makan. Lalu penumpang disarankan memakai lengan panjang,” kata dia.

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pedagang Menjerit: Satu Hari Tak Jualan, Satu Hari Tak Makan

Untuk penumpang kereta jarak jauh ada syarat tambahan yang wajib dipenuhi oleh penumpang yaitu wajib menyertakan surat hasil test PCR maupun rapid test antigen.

Ditambah lagi untuk saat ini KAI juga menyediakan test deteksi Covid-19 dengan alat GeNose. GeNose mulai diberlakukan pada hari ini yaitu Rabu (3/2/2021).

“Rapid test pada pukul Rabu pukul 11.30 antigen negatif sebanyak 58 orang, sedangkan GeNose negatif 67 orang. Untuk test menggunakan GeNose penumpang membayar Rp 20 ribu,” jelasnya.