Warga NTT di Bali dapat Bantuan Ribuan Paket Sembako dari BUMN

Warga NTT di Bali dapat Bantuan Ribuan Paket Sembako dari BUMN

Terbaiknews - POS KUPANGCOMKUPANG - Warga asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Provinsi...

POS KUPANG, COM, KUPANG - Warga asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Provinsi Bali mendapat bantuan ribuan paket sembako dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah itu untuk penanganan dampak virus corona jenis baru (COVID-19).

"Atas nama warga Bali asal NTT kami berterimakasih kepada Bapak Gubernur Bali dan pihak BUMN atas perhatian dan bantuan ribuan paket sembako ini," kata sesepuh warga NTT yang terhimpun dalam paguyuban Flobamora di Bali, FransLebuRaya, ketika dihubungi dari Kupang, Kamis, (21/5) malam.

Ia mengatakan, dirinya sebagai perwakilan telah menerima bantuan tersebut yang diserahkan langsung Gubernur Bali yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Wayan Koster, di rumah jabatannya pada Rabu, 20 Mei.

Bantuan yang diserahkan bersumber dari sejumlah BUMN dengan total 2.500 paket di antaranya dari PT Pelindo III sebanyak 700 paket, PT PLN Unit Induk Distribusi Bali 300 paket dan PT Bank Nasional Indonesia (BNI) 1.500 paket.

Frans Lebu Raya yang juga mantan Gubernur NTT dua peroide (2008-2018) itu mengatakan bantuan tersebut sangat bernilai bagi warga Flobamora (sebutan untuk menamai gugusan pulau di NTT meliputi Flores, Sumba, Timor, Alor) di Bali yang juga terdampak pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan, akibat pandemi COVID-19 ini banyak warga yang juga terkena dampak seperti di-PHK, dirumahkan, dan yang tidak bisa pulang ke NTT karena adanya kebijakan dari pemerintah dalam upaya pencegahan COVID-19.
Untuk itu, FransLebuRaya memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemerintah Bali serta BUMN setempat yang hadir memperhatikan nasib warga NTT yang terdampak COVID-19 ini.

"Tentunya bantun ribuan paket sembako ini sangat berharga meringankan beban warga Flombamora untuk bisa bertahan di tengah masa sulit akibat pandemi ini," katanya. (antara)