Masa Depan Generasi Muda Lembata Terancam Narkoba, Seks Bebas dan HIV

Masa Depan Generasi Muda Lembata Terancam Narkoba, Seks Bebas dan HIV

Terbaiknews - Masa Depan Generasi Muda Lembata Terancam NarkobaSeksBebas dan HIVPOS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Wakil...

Masa Depan Generasi Muda Lembata Terancam Narkoba, SeksBebas dan HIV
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday kembali membeberkan keprihatinannya pada generasimuda Kabupaten Lembata yang terancam narkoba, kebiasaan seks bebas dan penyakit HIV.

Oleh karena itu, saat ini dia fokus menyambangi sekolah-sekolah di Kabupaten Lembata, bertemu guru-guru dan para pelajar guna mensosialisasikan bahaya narkoba, seks bebas dan HIV dan Aids. Dia menargetkan mendatangi 300 sekolah dalam waktu 100 hari.

"Narkoba, seks bebas, HIV dan Aids sudah merasuk ke sekolah sekolah termasuk anak SMP dan SMA. Kemarin ada anak SMA sudah stadium empat kena HIV dan semua pada kaget. Banyak guru tidak sadar soal ini. Kalau guru juga tidak tahu soal ini maka 10-15 tahun lagi generasimuda Lembata bisa hancur," tegasnya kepada wartawan di kawasan Pelabuhan Jeti Lewoleba, Rabu (18/3/2020).

Wabup Langoday menyebutkan kunci menyelamatkan generasimuda dari tiga hal ini ialah pendidikan.
Kalau dunia pendidikan masa bodoh, lanjutnya, maka generasimuda Lembata akan hancur tanpa harapan.

"Saya minta para guru lebih banyak mengedukasi anak anak dengan pendidikan karakakter. Kalau karakter hancur maka tidak ada guna lagi mata pelajaran lain," tegasnya. Dia kembali mengingatkan perihal inovasi 18.21 yang pernah dicanangkan Pemkab Lembata supaya anak anak tetap berada di dalam rumah dan tidak keluyuran malam sejak pukul 18.21 Wita.

"Kalau bisa anak-anak tidak tinggal di kos yang super bebas. Anak anak ini pada umur pancaroba. Jadi bapak ibu guru dan orangtua harus jadi corong perubahan. Saya harap 100 hari kunjung 300 sekolah di Lembata dan sampaikan pesan yang sama ini berulang-ulang," ungkapnya.

Wabup Langoday mengungkap jika tak diambil langkah taktis segera generasi mendatang akan membawa narkoba, seks bebas dan HIV dalam keseharian hidup mereka.

"Saya sudah kunjung semua sekolah di Ile Ape dan beberapa di Nubatukan dan sekarang mulai di Lebatukan," sebutnya.

Ditambahkannya, dengan informasi yang diperoleh dari para pegiat dirinya juga sudah melaporkan ke BNN Provinsi NTT sehingga dia berharap dalam masa persidangan Perda pencegahan narkoba masuk dalam rancangan entah dari Kesbangpol Kabupaten Lembata atau inisiatif DPRD Lembata sendiri.

Dia sendiri memastikan Kesbangpol Kabupaten Lembata saat ini masih dalam tahap menggodok Perda Pencegahan Narkoba.

"Mari kita sambut ini karena berdampak pada payung hitam dan alokasi anggaran," tandasnya.

Terkait kewenangan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Lembata yang masih sangat terbatas dalam banyak hal, Wabup Langoday menerangkan kalau dia sudah berkoordinasi dengan Bagian Kesra Setda Kabupaten Lembata supaya KPAD diberi kewenangan lebih dan penambahan sumber daya supaya bisa bergerak bebas tangani menangani masalah HIV dan Aids di Lembata.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)