Gerardus Duka : Keuskupan Agung Kupang Sambut Baik Pelonggaran Pembatasan Kegiatan Ibadat

Gerardus Duka : Keuskupan Agung Kupang Sambut Baik Pelonggaran Pembatasan Kegiatan Ibadat

Terbaiknews - POS-KUPANG.COM| KUPANG - Yang Mulia UskupAgungKupangMgrPetrusTurangPr melalui Vikjen...

POS-KUPANG.COM| KUPANG - Yang Mulia UskupAgungKupang, MgrPetrusTurang, Pr melalui Vikjen KeuskupanAgungKupang, RD. GerardusDuka, Pr, mengatakan, GerejaKatolikKeuskupanAgungKupang, menyambut baik pelonggaran pembatasan kegiatan ibadat oleh pemerintah, Rabu (3/6/2020) di KeuskupanAgungKupang.

Meskipun menyambut baik pelonggaran kegiatan ibadat, urainya, tetapi Keuskupan Agung Kupang, tetap mengajak para umat agar dalam situasi new normal ini, tetap terikat pada protokol kesehatan dalam hal tetap menggunakan masker, menjaga jarak antara satu dengan yang lain dan mencuci tangan.

Demikian juga semua protokol kesehatan ini, ujar RD. Gerardus, juga tetap kita bawa masuk ke dalam ibadat yang dilaksanakan; baik itu sakramentalia, ekaristi, atau juga di dalam gereja.

Jadi, new normal ini bagi saya, kata RD. Gerardus, tata kelola bagi masyarakat untuk disiplin dalam hubungannya dengan diri, kebersamaan, untuk memasuki sebuah cara hidup baru yang tidak sama dengan sebelum merebaknya covid-19.

Hal itu, ujarnya, bukan saja mengena di kehidupan publik, baik itu masalah Sosio ekonomi, sosial, politik. Tetapi juga, menyangkut juga ibadat, agama-agama dan secara khusus di GerejaKatolik.

Menurut RD. Gerardus, Pembatasan ibadat di Gereja dengan new normal ini, berarti kita mulai secara pelan dan bertahap untuk membuka gereja dengan tujuan untuk beribadat dan menyelenggarakan perayaan ekaristi bersama. Akan tetapi, untuk masyarakat atau umat yang mau mengikuti tetap harus berada pada tingkat disiplin yang dijaga.

" Jadi, new normal ini bukan berarti seperti biasa sudah. Tetapi, dalam ibadat kita juga mengikuti protokol kesehatan. Dengan demikian, GerejaKatolikKeuskupanAgungKupang menyambut baik pelonggaran pembatasan kegiatan ibadat oleh pemerintah. Tetapi, tetap mengajak para umat agar dalam situasi new normal ini tetap terikat pada protokol kesehatan untuk tetap menggunakan masker, tetap menjaga jarak antara satu dengan yang lain, demikian juga semua protokol kesehatan ini juga tetap kita bawa masih ke dalam ibadat yang kita laksanakan baik sakramentalia, ekaristi, atau juga di dalam gereja," ujar Vikjen KeuskupanAgungKupang, yang juga sebagai staf pengajar di Fakultas Filsafat Agama UNWIRA Kupang.

Ia katakan, tentunya bahwa Gereja menyambut ini tidak serta merta semua umat silahkan datang gereja.

" Tentu Gereja punya protokol juga. Gereja pasti akan mengikuti protokol pemerintah. Tetapi, Gereja juga akan membuat protokol dalam ibadat itu. Misalnya, pembatasan umat di dalam perayaan ekaristi. Yang biasanya umat membludak, mungkin di dalam new normal ini, para pastor sudah merencanakan bahwa misa pasti tidak seperti dahulu, di mana umat berdesak-desakan tetapi umat akan dibatasi. keluar masuk dengan mencuci tangan, tetap mengambil jarak seperti yang pemerintah bilang 1,5 meter sampai 2 meter," katanya.

Ia katakan, bahwa nantinya, paroki secara teknis akan mengaturnya dan tentunya itu akan dibatasi.