DBD di Ende 119 Terjangkit 117 Sembuh Dua Meninggal

DBD di Ende 119 Terjangkit 117 Sembuh Dua Meninggal

Terbaiknews - DBD di Ende 119 Terjangkit 117 Sembuh Dua MeninggalPOS-KUPANG.COM|ENDE--Kasus deman berdarah dangue...

DBD di Ende 119 Terjangkit 117 Sembuh Dua Meninggal
POS-KUPANG.COM|ENDE--Kasus deman berdarah dangue (DBD) di KabupatenEnde dari Januari hingga 26 Maret 2020 tercatat ada 119 warga yang terjangkit dan 117 dinyatakan sembuh serta dua lainnya meninggal.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan KabupatenEnde, Ahmad Gulung mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (26/3) di Ende.

Ahmad Gulung mengatakan keberadaan penyakit DBD sebenarnya bisa dikendalikan apabila warga juga bersikap pro aktif ikut menanggulangi keberadaan penyakit DBD seperti senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola 3 M plus yakni menguras juga menimbun dan ataupun menutup wadah penampung air sehingga tidak mudah dimasuki nyamuk penyebar penyakit DBD.

Yang terjadi selama ini ujar Ahmad warga terkadang enggan bahkan bersikap apatis terhadap lingkungan tempat tinggal mereka seperti enggan menguras bak mandi atapun wadah penampung air juga membiarkan keleng-kaleng bekas minuman berserakan di samping rumah sehingga memungkinkan berkembangnya nyamuk penyebar penyakit DBD.

Secara terpisah Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan KabupatenEnde mengatakan bahwa perkembangan kasus deman berdarah di KabupatenEnde memang mengalami tren meningkat dari Bulan Januari hingga Maret. Namun demikian jumlah kasusnya tidaklah sebanyak tahun 2019.

Munafatma membenarkan bahwa memang ada dua korban yang meninggal dunia dalam kasus deman berdarah di KabupatenEnde di tahun 2020.

Kedua pasien tersebut masing-masing berasal dari Kecamatan Maukaro dan Kecamatan Kota Baru.
Terhadap keberadaan penyakit deman berdarah, dr Munafatma meminta masyarakat tetap waspada agar tidak terkena penyakit deman berdarah.

Munafatma mengatakan bahwa meskipun saat ini konsentrasi Dinas Kesehatan KabupatenEnde dan para petugas kesehatan baik di RSUD Ended an juga Puskesmas tengah disibukan dengan covid 19 namun demikian mereka tidak mengabaikan keberadaan penyakit DBD.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Romualdus Pius)