Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Terbaiknews - LUWU- Puluhan warga Desa Kadong-kadongKecamatan Bajo BaratKabupaten LuwuSulawesi Selatan,...

LUWU, - Puluhan warga Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendatangi area tambang galian C milik PT Alim Perkasa untuk menghentikan paksa aktivitas pertambangan yang dinilai merugikan.

Warga yang tiba di lokasi dihalau aparat keamanan dari TNI dan Kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Desa Kadong-kadong Supriadi mengatakan, pihak perusahaan PT Alim Perkasa masuk ke lokasi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya untuk melakukan aktivitas tambang.

“Mereka masuk tanpa ada pemberitahuan dan mengelola tambang galian C, seperti sirtu, pasir dan batu, sehingga masyarakat melakukan aksi. Sebelumnya kami menyurati DPRD terkait tambang ini tapi tak ada respons dari sana,” kata Supriadi, Selasa (27/10/2020).

Pemicu Longsor, Tambang Galian C di Padang Ditutup Sementara

Menurut Supriadi, jika aktivitas tambang galian C terus dilakukan, maka akan berdampak pada puluhan hektare lahan persawahan warga terkikis.

“Ancaman dampak selanjutnya adalah terkikisnya rumah warga, karena rumah warga sudah dekat dengan sungai.Selain itu, akses jalan bisa terputus jika tambang galian C terus dilakukan dan yang paling fatal sumur sumber air masyarakat melalui Pamsimas bisa mengering sehingga warga bisa krisis air nantinya,” ucap Supriadi.

Supriadi mengatakan, pihak pengelola tambang dipersilakan untuk mengelola tambang galian C tapi tidak di Desa Kadong-kadong.

“Yang jelas kami tidak ingin ada aktivitas tambang di desa kami, silakan beraktivitas tetapi di Desa Rumaju,” ujar Supriadi.

Aksi warga menutup pertambangan ini membuat dua camat yakni Camat Bajo dan Camat Bajo Barat turun tangan.

Wali Kota Tuding Tambang Galian C Penyebab Banjir dan Longsor di Sorong

Pasalnya, dua desa yakni Desa Kadong-kadong,Kecamatan Bajo Barat dan Desa Rumaju, Kecamatan Bajo saling klaim lokasi pertambangan.