Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Terbaiknews - SERANG- Tim SAR gabungan berhasil menemukan Tinggal (80)warga Desa SindanglayaKecamatan...

SERANG, - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Tinggal (80), warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten dalam kondisi meninggal dunia.

Kakek Tinggal sebelumnya dilaporkan hilang di Hutan Kadu Bajo, Desa Sindanglaya, Cinangka, pada Minggu (25/10/2020) oleh keluarganya.

Humas Basarnas Banten Warsito mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 11.15 WIB di jurang sedalam 200 meter.

Truk Pengangkut Pasir Terguling Masuk Jurang, 9 Orang Terluka
Korban ditemukan di Gunung Pilar, Kecamatan Cinangka, Serang dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut (mdpl).

"Ditemukan tidak jauh dari penemuan barang-barang milik korban. Namun, korban posisinya di jurang sekitar 200 meter," kata Warsito kepada Kompas.com saat dikonfirmasi. Kamis (29/10/2020).

Dia menyebutkan, saat pertama kali ditemukan tubuh korban sudah tidak utuh. Dilihat secara kasat mata kaki korban sudah tinggal tulang.

"Untuk bekas (luka binatang buas) tidak ada. Korban murni terjatuh," ujar Warsito.

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan vertical rescue, sebelum diserahkan kepada keluarga korban untuk dikebumikan.

Minibus Rombongan Wisata ke Tawangmangu Tabrak Gapura dan Masuk Jurang, 2 Tewas

Sebelumnya diberitakan, Kakek Tinggal dilaporkan tidak kunjung pulang kerumahnya setelah masuk ke dalam hutan Kadu Bajo, Desa Sindanglaya, Cinangka sejak Minggu (25/10/2020) kemarin pada pukul 13.00 WIB.

Proses pencarian oleh tim SAR gabungan dari Polsek Cinangka, Koramil, BPBD Serang, PMI, Balawista dilakukan sejak Senin 26 Oktober 2020.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, Tinggal yang sehari-hari bekerja mencari barang-barang bekas itu sudah sering tak kunjung pulang. Sebab, korban mengidap penyakit pikun.