Dari Surabaya, Yaidah Pergi ke Jakarta untuk Urus Akta Kematian Sang Anak: Bingung Saya...

Dari Surabaya, Yaidah Pergi ke Jakarta untuk Urus Akta Kematian Sang Anak: Bingung Saya...

Terbaiknews - KOMPAS.com - Yaidah (51) warga Kota Surabaya memilih berangkat ke Jakarta untuk mengurus akta...

KOMPAS.com - Yaidah (51) warga Kota Surabaya memilih berangkat ke Jakarta untuk mengurus akta kematian sang anak yang meninggal pada Juli 2020 lalu.

Ia memilih ke Jakarta karena merasa dipersulit untuk mengurus akta kematian sang anak di Surabaya.

Selain itu salah satu petugas di Dispendukcapil Kota Surabaya mengatakan ada kesalahan nama sang anak sehingga harus menunggu konsultasi dari Kemendagri.

Sedangkan ia harus mengurusi asuransi kematian sang anak dan diberi waktu 60 hari untuk mengurusnya.

Soal Wanita 51 Tahun Dioper-oper Saat Urus Akta Kematian, Pemkot Surabaya: Kami Minta Maaf

Sebulan urus akta kematian di kelurahan

Yaidah warga Lembah Harapan, Lidah Wetan, Surabaya bercerita sang anak meninggal pada Juli 2020 lalu. Ia kemudian mengurus akta kematian anaknya ke kelurahan setempat.

Sebulan berlalu, akta kematian tak kunjung selesai. Padahal ia diberi wkatu 60 hari oleh pihak asuransi.

Pada 21 September 2020 ia mencoba bertanya ke pelayanan Dispendukcapil Surabaya di Gedung Siola.

Cerita Yaidah, Ibu 51 Tahun Dioper-oper dari Surabaya ke Jakarta Urus Akta Kematian Anaknya

Saat itu, ia mengaku dipersulit oleh petugas dan disuruh ke kembali ke kelurahan. Petugas Dispendukcapil beralasan mereka tak melakukan pelayanan selama pandemi Covid-19.

Ia pun sempat marah dan memberi tahu jika berkas kematian anaknya sudah satu bulan di kelurahan.

“Setelah dilihat berkas saya, dia langsung ngomong, 'Bu, sekarang ndak melayani tatap muka, ibu harus kembali ke kelurahan'. Saya marah-marah, ini berkas sudah berminggu-minggu di kelurahan,” ungkap Yaidah dikutip dari Kompas TV, Selasa (27/10/2020).

Kemendagri: Ada 9 Provinsi dengan Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Rendah